
BOYOLALI(Jaringan Arwira Media Group)- Ketua Yayasan Bhinneka Karya, Indriyatmoko, SH, MM secara resmi melantik Rektor Universitas Boyolali (UBY) untuk masa jabatan 2026–2030, Rabu (11/2/2026) pagi. Prosesi pelantikan digelar di Grha Amarta, kompleks kampus setempat, disaksikan unsur yayasan, senat, dosen dan para tamu undangan.
Penetapan rektor tersebut tertuang dalam Surat Yayasan Bhinneka Karya Nomor 35/BK/A/I/2026 tertanggal 10 Februari 2026. Dalam keputusan itu, Dr. Nanik Sutarni, SH, MH ditetapkan kembali sebagai Rektor UBY periode 2026–2030. Keputusan tersebut merupakan hasil Rapat Pembina Yayasan Bhinneka Karya yang dilaksanakan sehari sebelumnya, Selasa (10/2/2026).
Dalam sambutannya, Indriyatmoko menegaskan bahwa proses pemilihan telah dilakukan sesuai mekanisme yang diatur dalam statuta dan peraturan yayasan. Ia menyebutkan, dalam tahapan pemilihan, Senat Universitas telah dilibatkan untuk memberikan pertimbangan. Selanjutnya, yayasan melakukan fit and proper test terhadap dua kandidat sebelum akhirnya menetapkan pilihan.
Dengan dilantiknya kembali Dr. Nanik Sutarni, yayasan berharap UBY semakin berperan aktif dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta berdaya saing. Selain itu, universitas diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan penguatan pendidikan tinggi di Indonesia.
Momentum pelantikan kali ini juga bertepatan dengan Dies Natalis UBY ke-18. Sejumlah pihak menyampaikan ucapan selamat, di antaranya Direktur Eksekutif Ariya Konsultan, Eko Wiratno, yang mengapresiasi capaian UBY selama ini dan berharap kepemimpinan ke depan semakin membawa kemajuan.
Namun, prosesi pelantikan tidak berlangsung tanpa dinamika. Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di lingkungan kampus. Mereka menuntut pembatalan pelantikan rektor terpilih dan meminta dilakukan evaluasi terhadap mekanisme pemilihan.
Terpilihnya kembali Nanik Sutarni memunculkan pro dan kontra di internal kampus. Senat Universitas menyatakan mosi tidak percaya terhadap penetapan rektor terpilih. Ketua Senat UBY, Purwadi, menyampaikan sikap tersebut di sela-sela aksi mahasiswa.
“Hari ini pada acara pelantikan kami menyampaikan mosi tidak percaya berkaitan dengan penetapan rektor terpilih,” kata Purwadi.
Menurutnya, dalam proses pemilihan, Senat telah menjalankan fungsi sesuai peraturan yayasan, terutama pada tahap pemberian pertimbangan. Setelah itu, kewenangan berada pada yayasan untuk melakukan fit and proper test serta menetapkan keputusan akhir.
Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UBY, Yudha Wardhana, menyebutkan terdapat enam tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Lima di antaranya berkaitan dengan evaluasi kepemimpinan sebelumnya, termasuk perbaikan tata kelola dan peningkatan transparansi.
Adapun tuntutan keenam awalnya meminta pembatalan pelantikan rektor. Usai pelantikan, mahasiswa sempat memasuki Gedung Grha Amarta dan melakukan audiensi dengan rektor serta pihak yayasan.
“Kemudian terkait poin enam memang ada sedikit revisi. Yang tadinya tuntutan pembatalan pelantikan, kami ubah menjadi kaji ulang. Ke depan, akan kami kawal terus agar mekanisme pemilihan rektor benar-benar demokratis dan berpihak pada suara mayoritas,” ujar Yudha.
Menanggapi hal tersebut, Indriyatmoko menyatakan pihaknya terbuka terhadap evaluasi. Ia menegaskan bahwa peraturan yang digunakan merupakan hasil kesepakatan bersama antara yayasan dan senat.
“Kalau sekarang ada yang merasa belum pas dalam pelaksanaannya, mari kita kaji ulang. Peraturan itu buatan manusia, tentu bisa disempurnakan,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembatalan pelantikan bukan menjadi kewenangan pihak lain selain Pembina Yayasan. Karena itu, tuntutan pembatalan tidak dapat dipenuhi. Namun, perubahan tuntutan menjadi kaji ulang dinilai sebagai langkah yang konstruktif.
Dari enam tuntutan mahasiswa, lima poin dinyatakan dapat diterima dan akan menjadi bahan evaluasi bersama. Yayasan berkomitmen melakukan perbaikan demi meningkatkan kualitas tata kelola universitas.
Indriyatmoko juga menjelaskan alasan yayasan kembali memilih Nanik Sutarni sebagai rektor. Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah melalui kajian komprehensif dan mempertimbangkan rekam jejak selama empat tahun terakhir.
“Dalam empat tahun terakhir, seluruh proses akademik berjalan baik. Jumlah mahasiswa meningkat dari sekitar 800 menjadi 2.054. Itu progres yang sangat luar biasa. Jadi melihatnya tidak dari satu sisi saja,” tegasnya.
Pelantikan rektor periode 2026–2030 ini menjadi momentum penting bagi UBY untuk terus berbenah dan memperkuat konsolidasi internal. Dinamika yang terjadi diharapkan menjadi bagian dari proses pendewasaan institusi dalam membangun tata kelola yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.
Ke depan, dialog antara yayasan, senat, dan mahasiswa diharapkan terus terjalin guna menjaga stabilitas kampus serta memastikan arah kebijakan universitas sejalan dengan kepentingan sivitas akademika dan masyarakat luas.(**)
Author: arwiranew
Related Posts

Khusyuk dan Penuh Harap, Malam Kedua Ramadhan di Masjid Ageng Boyolali

Tarawih Keliling Ramadhan 1447 H Gerakan Menghidupkan Masjid, Menguatkan Umat

KULTUM TARAWIH HARI KE-5 Puasa sebagai Sarana Pembentukan Etos Kerja Islami Oleh: Eko Wiratno (Warga Muhammadiyah Tinggal di Klaten)

KULTUM TARAWIH HARI KE-7 Puasa sebagai Proses Pembentukan Akhlak Sosial dan Etos Peradaban oleh Eko Wiratno(Warga Muhammadiyah Tinggal di Klaten)




