
Dalam konteks pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, penulisan buku referensi merupakan salah satu bentuk luaran kegiatan pendidikan dan penelitian yang diakui secara resmi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti). Oleh karena itu, sebelum menyusun naskah buku referensi, dosen wajib memahami sistematika penulisan yang sesuai standar akademik nasional, khususnya yang digunakan dalam penilaian BKD dan PAK (Penilaian Angka Kredit).
Kesalahan yang sering terjadi bukan terletak pada substansi keilmuan, melainkan pada ketidaksesuaian struktur naskah dengan ketentuan Ditjen Dikti. Akibatnya, buku yang telah diterbitkan tidak dapat diklaim dalam BKD, atau nilainya tidak maksimal dalam perhitungan angka kredit jabatan fungsional dosen.
Oleh sebab itu, pemahaman sistematika penulisan buku referensi menjadi kompetensi wajib dosen, bukan sekadar keterampilan tambahan.
KEDUDUKAN BUKU REFERENSI MENURUT DITJEN DIKTI
Berdasarkan pedoman Ditjen Dikti, buku referensi dikategorikan sebagai buku ilmiah, dengan ciri utama:
-
Ditulis oleh dosen atau peneliti sesuai bidang keilmuannya
-
Membahas satu bidang ilmu dengan beberapa topik atau subbidang
-
Memiliki ISBN
-
Diterbitkan oleh penerbit berbadan hukum
-
Memenuhi kaidah sistematika ilmiah
Dalam konteks BKD dan PAK:
-
Buku referensi diakui sebagai luaran pendidikan dan/atau penelitian
-
Nilai angka kredit bergantung pada kualitas sistematika, isi, dan legalitas penerbitan
Perbedaan mendasar:
-
Buku referensi → membahas banyak topik dalam satu bidang ilmu
-
Buku monograf → membahas satu topik secara sangat spesifik
Kesalahan mengklasifikasikan buku monograf sebagai buku referensi (atau sebaliknya) sering menyebabkan klaim BKD ditolak oleh asesor.
PENTINGNYA SISTEMATIKA DALAM PENILAIAN BKD
Dalam praktik penilaian BKD dan PAK, asesor tidak membaca buku dari halaman pertama sampai terakhir. Yang pertama kali diperiksa adalah:
-
Struktur naskah
-
Kelengkapan unsur buku ilmiah
-
Kesesuaian dengan standar Ditjen Dikti
-
Jumlah halaman bagian isi
-
Konsistensi gaya ilmiah
Jika sistematika tidak sesuai, maka:
-
buku berpotensi tidak diakui sebagai buku referensi,
-
atau nilainya diturunkan dalam angka kredit.
SISTEMATIKA NASKAH BUKU REFERENSI
(STANDAR DITJEN DIKTI)
Secara resmi, sistematika buku referensi mengikuti sistematika buku ilmiah, yang terdiri atas tiga bagian utama:
1. BAGIAN PRELIMINARIES (BAGIAN AWAL)
Bagian preliminaries merupakan bagian wajib dan menjadi indikator profesionalitas buku ilmiah.
Menurut praktik penerbitan akademik dan penilaian BKD, bagian ini minimal memuat:
-
Halaman Judul
-
Judul buku
-
Nama penulis
-
Afiliasi institusi
-
-
Halaman Hak Cipta
-
ISBN
-
Nama penerbit
-
Tahun terbit
-
-
Kata Pengantar / Prakata
-
Latar belakang penulisan
-
Tujuan akademik buku
-
Kontribusi buku terhadap pengembangan keilmuan
-
-
Daftar Isi
-
Daftar Tabel (jika ada)
-
Daftar Gambar (jika ada)
👉 Catatan BKD:
Bagian preliminaries tidak dihitung sebagai jumlah halaman isi, tetapi wajib ada sebagai syarat buku ilmiah.
2. BAGIAN ISI (INTI BUKU)
Bagian isi adalah penentu utama kelayakan buku referensi dalam BKD.
Ketentuan penting Ditjen Dikti:
-
Minimal 49 halaman bagian isi
-
Dihitung mulai Bab I sampai bab terakhir
-
Tidak termasuk preliminaries dan postliminaries
Struktur bagian isi:
-
Terdiri dari beberapa bab utama
-
Setiap bab membahas topik berbeda dalam satu bidang ilmu
-
Disusun secara sistematis dan logis
Pada buku referensi, jumlah bab lebih dari satu dan bersifat tematik. Inilah yang membedakannya dengan buku monograf.
3. BAGIAN POSTLIMINARIES (BAGIAN AKHIR)
Bagian postliminaries berfungsi sebagai penguat akademik buku referensi.
Isi yang direkomendasikan sesuai standar Ditjen Dikti:
-
Daftar Pustaka (WAJIB)
-
Semua referensi yang disitasi
-
Konsisten dengan gaya sitasi
-
-
Lampiran (opsional)
-
Glosarium (jika banyak istilah teknis)
-
Indeks (nilai tambah dalam penilaian kualitas)
-
Biografi Penulis
-
Riwayat akademik
-
Kepakaran sesuai bidang buku
-
GAYA PENULISAN SESUAI STANDAR BKD
Selain sistematika, gaya penulisan juga diperhatikan dalam penilaian BKD.
1. Bahasa Ilmiah Formal
-
Menggunakan EYD/PUEBI
-
Kalimat efektif
-
Istilah keilmuan konsisten
2. Objektivitas Akademik
-
Tidak menggunakan “saya” atau “aku”
-
Menggunakan frasa:
-
penulis
-
penelitian ini
-
kajian ini
-
3. Pengembangan Paragraf Ilmiah
-
Umum → teori → analisis → sintesis
-
Setiap argumen didukung referensi
4. Kutipan dan Sitasi
-
Menggunakan gaya sitasi baku (APA / Chicago / IEEE)
-
Konsisten dari awal sampai akhir
5. Dominasi Kalimat Pasif
Digunakan untuk menjaga objektivitas ilmiah, misalnya:
Perubahan kurikulum dianalisis berdasarkan kebijakan nasional…
TANTANGAN DOSEN DALAM MENYUSUN BUKU REFERENSI (PERSPEKTIF BKD)
-
Konversi KTI ke Buku
Artikel jurnal tidak otomatis menjadi buku referensi. -
Plagiarisme
Skor harus sesuai ketentuan institusi dan penerbit. -
Konsistensi Penulisan
Banyak naskah gagal bukan karena tidak mampu, tetapi tidak tuntas. -
Jumlah Halaman
Ketentuan minimal 49 halaman sering tidak tercapai tanpa kolaborasi.
Dalam perspektif Ditjen Dikti dan BKD, buku referensi bukan sekadar buku yang terbit dan ber-ISBN, melainkan produk akademik yang memenuhi sistematika, gaya ilmiah, dan kontribusi keilmuan.
Dosen yang memahami standar ini akan:
-
lebih mudah lolos BKD,
-
mendapatkan nilai PAK optimal,
-
dan meninggalkan jejak intelektual yang sah secara akademik.
TEMPLATE BUKU REFERENSI (SIAP DIISI)
Sesuai Standar Ditjen Dikti & Penilaian BKD Dosen
A. BAGIAN PRELIMINARIES (BAGIAN AWAL)
1. Halaman Judul
Judul Buku (Huruf Kapital, Tebal)
Subjudul (jika ada)
Nama Penulis
Afiliasi Institusi
Penerbit
Tahun Terbit
2. Halaman Hak Cipta
Hak cipta dilindungi undang-undang.
Penulis:
Judul Buku:
ISBN:
Penerbit:
Tahun Terbit:
3. Kata Pengantar
Berisi latar belakang penulisan buku, urgensi akademik, tujuan penulisan, serta kontribusi buku terhadap pengembangan keilmuan. Ditulis objektif dan formal.
4. Prakata (Opsional)
Penjelasan tambahan terkait proses penyusunan buku, ruang lingkup pembahasan, dan sasaran pembaca.
5. Daftar Isi
(Dibuat otomatis setelah penulisan selesai)
6. Daftar Tabel (Jika Ada)
7. Daftar Gambar (Jika Ada)
B. BAGIAN ISI (INTI BUKU – MINIMAL 49 HALAMAN)
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
1.4 Manfaat Akademik dan Praktis
1.5 Sistematika Pembahasan
BAB II LANDASAN TEORETIS
2.1 Konsep dan Definisi Utama
2.2 Teori-teori Relevan
2.3 Hasil Penelitian Terdahulu
2.4 Kerangka Konseptual
BAB III TOPIK UTAMA I
3.1 Deskripsi Konsep
3.2 Analisis Teoretis
3.3 Pembahasan Kritis Berbasis Referensi
BAB IV TOPIK UTAMA II
4.1 Ruang Lingkup Pembahasan
4.2 Analisis Data dan Literatur
4.3 Implikasi Akademik
BAB V TOPIK UTAMA III (OPSIONAL – SESUAI KEBUTUHAN)
5.1 Subtopik
5.2 Analisis
5.3 Sintesis Keilmuan
BAB VI PENUTUP
6.1 Simpulan
6.2 Rekomendasi Akademik dan Penelitian Lanjutan
C. BAGIAN POSTLIMINARIES (BAGIAN AKHIR)
Daftar Pustaka (WAJIB)
Disusun konsisten menggunakan gaya sitasi (APA / Chicago / IEEE sesuai ketentuan).
Lampiran (Opsional)
Glosarium (Jika Diperlukan)
Indeks (Nilai Tambah BKD)
Biografi Penulis
Nama Lengkap
Riwayat Pendidikan
Bidang Keahlian
Afiliasi Institusi
CATATAN PENTING UNTUK BKD & PAK
-
Buku wajib memiliki ISBN
-
Minimal 49 halaman bagian isi
-
Gaya bahasa ilmiah dan objektif
-
Relevan dengan bidang keilmuan dosen
-
Dapat diklaim dalam BKD dan PAK








