
SOLO(Jaringan Arwira Media Group)– Banyak orang membeli mobil tanpa pernah benar-benar menghitung satu hal penting: berapa sebenarnya biaya memiliki mobil itu dalam jangka panjang?
Bukan cuma soal harga beli. Tapi juga soal BBM, pajak, servis, asuransi, dan depresiasi—biaya yang diam-diam menggerogoti keuangan bulanan.
Honda Brio sering disebut sebagai mobil “paling masuk akal” di Indonesia. Irit, lincah, mudah dijual kembali. Tapi benarkah demikian kalau dihitung secara jujur dan menyeluruh?
Tulisan ini mencoba menjawabnya secara sederhana, apa adanya, dan realistis. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi supaya kita lebih sadar sebelum memutuskan.
Kenapa Honda Brio?
Honda Brio adalah salah satu city car paling populer di Indonesia. Alasannya jelas:
-
Ukuran pas untuk kota
-
Konsumsi BBM irit
-
Harga relatif terjangkau
-
Permintaan pasar bekas kuat
Dalam simulasi ini, kita gunakan harga Honda Brio Rp200 juta, angka yang masuk akal untuk varian LCGC/city car yang banyak beredar di jalan.
Mobil diasumsikan dipakai 6 tahun, bukan cuma 2–3 tahun. Karena faktanya, banyak keluarga Indonesia memakai mobil jauh lebih lama dari itu.
Bagian 1
Depresiasi: Biaya yang Tidak Terlihat, Tapi Pasti Terjadi
Depresiasi adalah penurunan nilai mobil dari waktu ke waktu. Ini bukan biaya yang kita keluarkan tunai, tapi kerugian nilai yang nyata saat mobil dijual kembali.
Untuk Honda Brio, depresiasi yang paling realistis dan konservatif adalah sekitar:
10% per tahun (nilai menurun)
Ini angka yang umum dipakai dalam analisis keuangan sederhana.
Depresiasi Honda Brio Rp200 Juta (6 Tahun)
-
Harga beli: Rp200.000.000
-
Tahun ke-6, nilai mobil tersisa sekitar: Rp106.288.200
Artinya:
-
Total nilai yang “hilang”: Rp93.711.800
-
Rata-rata depresiasi per tahun: ± Rp15,6 juta
-
Rata-rata depresiasi per bulan: ± Rp1,3 juta
Banyak orang tidak sadar, setiap bulan sebenarnya mobilnya “menghabiskan” nilai sekitar Rp1,3 juta, meski tidak keluar dari dompet.
Bagian 2
BBM: Pengeluaran Kecil yang Jadi Besar Kalau Dikumpulkan
Honda Brio dikenal irit. Kita pakai asumsi aman dan wajar:
-
Pemakaian: 15.000 km per tahun
-
Konsumsi BBM: 1 liter : 20 km
-
BBM: Pertalite Rp10.000/liter
Hitungan BBM:
-
Kebutuhan BBM per tahun: 750 liter
-
Biaya BBM per tahun: Rp7.500.000
-
Biaya BBM 6 tahun: Rp45.000.000
Irit? Ya.
Murah? Relatif.
Tapi tetap saja, dalam 6 tahun, BBM hampir menyamai setengah harga motor baru.
Bagian 3
Pajak Kendaraan: Biaya Wajib yang Tidak Bisa Dihindari
Untuk Honda Brio:
-
Pajak tahunan rata-rata: Rp2.000.000
-
Tahun ke-5 ada biaya ganti plat (± Rp2.500.000)
Total pajak 6 tahun:
-
Tahun 1–4: Rp8.000.000
-
Tahun ke-5: Rp2.500.000
-
Tahun ke-6: Rp2.000.000
➡️ Total pajak: Rp12.500.000
Pajak mungkin terasa kecil tiap tahun, tapi tetap wajib dan konsisten.
Bagian 4
Servis dan Perawatan: Jangan Diremehkan
Honda Brio memang terkenal bandel. Tapi mobil tetap mesin, bukan magic.
Asumsi servis yang wajar:
-
Ganti oli rutin
-
Servis berkala
-
Kampas rem
-
Ban (1 set selama 6 tahun)
-
Tidak ada kerusakan berat
Rata-rata biaya servis:
-
Rp3.000.000 per tahun
Total servis 6 tahun:
➡️ Rp18.000.000
Kalau perawatan diabaikan, depresiasi bisa lebih parah. Jadi biaya ini bukan pemborosan, tapi investasi agar nilai mobil tidak jatuh terlalu dalam.
Bagian 5
Asuransi: Tenang Itu Ada Harganya
Banyak pemilik mobil baru memilih:
-
All Risk di awal
-
Lalu pindah ke TLO (Total Loss Only)
Asumsi realistis:
-
Tahun 1–2: All Risk → Rp4.000.000/tahun
-
Tahun 3–6: TLO → Rp1.500.000/tahun
Total asuransi 6 tahun:
➡️ Rp14.000.000
Tanpa asuransi, satu kejadian besar bisa menghancurkan seluruh perhitungan.
Bagian 6
Rekap Biaya Operasional 6 Tahun
Kalau semua dikumpulkan:
-
BBM: Rp45.000.000
-
Pajak: Rp12.500.000
-
Servis & perawatan: Rp18.000.000
-
Asuransi: Rp14.000.000
➡️ Total biaya operasional: Rp89.500.000
Ini uang tunai yang benar-benar keluar dari kantong selama 6 tahun.
Bagian 7
Total Cost of Ownership (TCO): Angka yang Jujur
Sekarang kita gabungkan semuanya:
-
Biaya operasional: Rp89.500.000
-
Depresiasi: Rp93.711.800
➡️ Total Cost of Ownership (TCO) 6 tahun: Rp183.211.800
Artinya:
-
Biaya per tahun: ± Rp30,5 juta
-
Biaya per bulan: ± Rp2,5 juta
Dengan kata lain:
Punya dan memakai Honda Brio selama 6 tahun setara mengeluarkan sekitar Rp2,5 juta per bulan, all-in.
Bagian 8
Mahal atau Hemat?
Jawabannya tergantung perspektif.
✅ Hemat jika dibandingkan:
-
Ganti mobil tiap 3 tahun
-
Mobil kelas di atasnya
-
Transportasi online harian jarak jauh
⚠️ Tetap mahal jika:
-
Dipakai jarang
-
Beban cicilan terlalu besar
-
Tidak sesuai pendapatan bulanan
Honda Brio bukan mobil murah, tapi mobil rasional.
Bagian 9
Pelajaran Penting untuk Keluarga Indonesia
-
Mobil bukan investasi, tapi alat
-
Biaya terbesar bukan harga beli, tapi pemakaian
-
City car seperti Brio paling masuk akal untuk:
-
keluarga kecil
-
pekerja kota
-
usaha ringan
-
-
Semakin lama dipakai, semakin efisien secara finansial
Penutup
Honda Brio tidak membuat kaya.
Tapi juga tidak menghancurkan keuangan—jika dibeli dengan sadar.
Dengan biaya sekitar Rp2,5 juta per bulan selama 6 tahun, Brio menawarkan:
-
mobilitas
-
kenyamanan
-
fleksibilitas
-
dan ketenangan
Di tengah ekonomi yang makin ketat, keputusan finansial kecil seperti memilih mobil yang tepat bisa berdampak besar dalam jangka panjang.
Mobil boleh sederhana, tapi keputusan harus cerdas.(**)
Author: arwiranew
Related Posts

STRATEGI BISNIS 2026 Model Akumulasi Pendapatan Berbasis Produksi Intelektual, Layanan Akademik, dan Media Digital

Mobil Keluarga Favorit, Tapi Berapa Biayanya? Eko Wiratno (EWRC Indonesia) Menjawab

Satu Juz Menguatkan Hati, Satu Gram Menyelamatkan Masa Depan: Eko Wiratno, Pendiri EWRC Indonesia

Model Bisnis Proyek Buku: Kecil di Satuan, Besar di Akumulasi Oleh Eko Wiratno


