banner 468x60

Mihtahul Khair : Tehnik Pengambilan Keputusan.

 Uncategorized
banner 468x60
Mihtahul Khair : Tehnik Pengambilan Keputusan.

Miftahul Khair Mahasiswa S2 IAIN Batusangkar

Dosen Pembimbing Dr. Asmendri, M.Pd

  1. Pendekatan Pengambilan Keputusan Kuantitatif dan Kualitatif

Pengambilan keputusan merupakan suatu tindakan sadar yang memerlukan pertimbangan sehingga kita mencapai target yang ditentukan. Sehingga kita dalam mengambil keputusan mengenal pendekatan keputusan Kuantitatif dan pendekatan keputusan Kualitatif. Pendekatan keputusan ini subyektif terhadap suatu masalah dan obyektif didasarkan pada model matematika yang dibuat, sesuai mutu dan kualitas.  Kedua pendekatan ini memiliki subyek dan obyek menurut pendekatan yang digunakan. Contoh : Peramalah cuaca berdasar kepada pengalaman (pendekatan keputusan kualitatif). Peramalan cuaca berdasarkan model matematika yaitu perhitungan kelembapan, suhu udara dll ((pendekatan keputusan kuantitatif). Penerimaan karyawan berdasar nilai tes ((pendekatan keputusan kuantitatif). penerimaan karyawaan berdasar hasil wawancara ((pendekatan keputusan kualitatif).

Langkah – langkah Pengambilan Keputusan Kuantitatif:

  1. Mengumpulkan Data (data yang akurat, sumber data)
  2. Mendefinisikan Masalah (masalah merupakan gap antara situasi yang diinginkan dengan kenyataan yang ada)
  3. Mengembangkan Model (model adalah representasi dari sebuah situasi nyata) . Model : fisika, logika, matematika
  4. Membuat solusi (memanipulasi model dan dengan masukan data, menggunakan pendekatan trial and error)
  5. Menguji Solusi (dilakukan untuk melihat akurasi dan kelengkapan model dan data, menjamin konsistensi hasil)
  6. Menganalisis Hasil (dilakukan untuk memahami langkah-langkah yang harus dilakukan, implikasi langkah-langkah,

Kelebihan dan Kekurangan Metode Kuantitatif Kelebihannya (+) digunakan untuk menduga atau meramal, hasil analisa yang diperoleh secara pasti dan akurat,  untuk mengukur interaksi hubungan,  menyederhanakan realitas permasalahan yang kompleks dan rumit. Kekurangannya (-) menurut anggapan-anggapan (asumsi), jika asumsi tidak sesuai dengan realitas yang ada maka hasil pendekatan ini tidak dapat dijamin bahkan menyesatkan, data harus berdistribusi normal, tidak dapat menggunakan sampel kurang dari 30.

Teknik Pengambilan Keputusan Kualitatif terdapat pada teknik:

  1. Teknik Demokrasi (melalui pemungutan suara, suara terbanyak adalah keputusan)
  2. Teknik Delphi (tidak mengharuskan anggota hadir)
  3. Mencari Ide (brainstroming)
  4. Teknik Kelompok nominal (kelompok bertemu dalam pertemuan, kelompok mendiskusikan ide dan gagasan, merangkin secara independen, keputusan adl yang rangkingnya tertinggi
  5. Teknik Pengambilan Keputusan Kreatif

Dalam pengambilan keputusan kita dihadapkan kepada pilihan yang berbeda, sehingga sulit untuk menentukan mana yang terbaik diantara teknik pengambilan keputusan. Untuk itu kita perlu melakukan pengujian agar memahami kegagalan dengan cepat dan membuat keputusan yang efektif dan tepat. Hal ini membuat kita untuk lebih kreatif, tetapi kurang jelas dalam penerapan dan situasi berbeda yang akan dilaksanakan.

Penerapan pengambilan keputusan dapat memberikan solusi bagi kita  terhadap proses pencarian ide, waktu yang tidak terporsir secara lebih, dan membantu proses kolaborasi lebih mudah. Dengan begitu kita menjadi memiliki deskripsi visual terhadap gagasan dan memiliki komunikasi yang baik dan hal ini memungkinkan anggota kelompok bertindak bebas menurut pengalaman mereka yang mempengaruhi arah gagasan.

  • Teknik Partisipatif

Teknik partisipatif biasanya dilakukan pada beberapa teknik berikut:

  1. Teknik Delphi: pada dasarnya merupakan proses masukan terhadap kegiatan kelompok dengan menggunakan jawaban-jawaban tertulis  dari para peserta dan para pakar yang diajukan kepada mereka. Untuk membuat keputusan bersama sehingga  ketika dijalankan merasa bertanggung jawab terhadap kepusan yang telah ditetapkan.
  2. Teknik Diad atau berpasangan. Dilakukan ketika peserta saling mengenal sehingga lebih akrab dan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Teknik ini melibatkan dua orang saling  berkomunikasi secara lisan dan tulisan.
  3. Curah Pendapat (Brainsorming): Curah pendapat adalah teknik pembelajaran yang menghimpun gagasan untuk menjawab pertanyaan tertentu, terhadap pertanyaan yang diajukan. Curah pendapat dilakukan dalam kelompok yang anggotanya memiliki latar belakang berbeda. Dalam hal ini kita harus memperhatikan etika dan sopan santun dalam menyampaikan pendapat yaitu tidak menyanggah pendapat yang diberikan oleh para pendengar yang tidak menyampaikan pendapat.
  4. Kelompok Kecil: Kelompok kecil terdiri dari dua orang atau lebih. Kelompok ini dapat terdiri dari orang-orang yang memiliki minat dan keahlian yang sama (homogen) jika sudah mencapai tingkat pendalaman materi secara jelas dan rinci, dapat juga terdiri dari orang-orang yang memiliki minat atau keahlian yang berbeda (heterogen) jika masih membutuhkan perluasan gagasan. Pemilihan kelompok homogen atau heterogen ditentukan oleh tugas yang diberikan atau masalah yang dihadapi. Dengan adanya bertukar pendapat didalam kelompok peserta dapat lebih kreatif dalam kelompok kecil ini.
  5. Kunjungan Lapangan dan Praktek Lapangan: Kunjungan lapangan dan praktek lapangan adalah teknik yang digunakan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan para peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dan ketrampilan yang telah mereka peroleh, dengan mempraktekkannya di lapangan. Teknik ini sangat tepat digunakan untuk membina dan meningkatkan kemampuan peserta dengan menerapkan pengetahuan dan ketrampilannya dalam memecahkan masalah dalam kehidupan  sehari-hari.
  6. Evaluasi Diri (Self Evaluation): teknik ini menuntut partisipasi yang sungguh-sungguh dari peserta didik. Evaluasi diri dilakukan dengan menjawab pernyataan-pernyataan yang sudah disediakan pada lembaran khusus. Evaluasi ini dapat dilakukan untuk menghimpun pendapat peserta didik antara lain terhadap proses kegiatan pembelajaran, bahan pelajar, penampilan pendidik, dan pengaruh kegiatan belajar yang dirasakan oleh peserta didik.
  7. Teknik pengambilan keputusan Modern.

Teknik pengambilan keputusan menggunakan softkill, dibagi kepada beberapa teknik, yaitu:

  1. Teknik Delphi, pertama kali dikembangkan N. C. Dalkey dan rekan pada tahun 1950an yang saat sekarang terkenal sebagai teknik untuk membanu pengambilan keputusan keputusan yang mengandung resiko dan ketidak pastian, seperti forecasting jangka panjang.
  2. Teknik kelompok nominal ( nominal group technique), atau sering disebut proses pengambilan keputusan kelompok yang terdiri dari beberapa langkah yaitu :
  3. Pengembangan gagasan secara diam dalam bentuk tulisan
  4. Umpan balik  (usulan para anggota kelompok)
  5. Pembahasan terhadap gagasan untuk memperoleh penjelasan dan evaluasi
  6. Pemungutan suara individual dilakukan untuk memperoleh gagasan prioritas, diambil secara sistematis.

Pengambilan keputusan  dihubungakan dengan pelaksanaan perencanaan terhadap tujuan yang akan dicapai, sumber daya yang digunakan, siapa yang melaksanakan, siapa yang bertanggung jawab dalam pekerjaan yang diserahkan dll. Keputusan ini ada yang dibuat secara terprogram (pasti) dan tidak terprogram (tidak pasti). Keputusan terprogram yaitu keputusan yang dibuat menurut kebiasaan atau aturan secara rutin dan berulang-ulang. contoh: penetapan gaji pegawai, prosedur penerimaan pegawai baru, prosedur kenaikan jenjang kepegawaian dan sebagainya. Keputusan tidak terprogram yaitu keputusan yang dibuat karena masalah masalah khusus atau tidak biasanya. Contoh: pengalokasian sumber daya – sumber daya organisasi, penjualan yang merosot tajam, pemakaian teknologi yang termodern, dan lain sebagainya. Herbert A. Simon mengemukakan teknik-teknik tradisional dan modern dalam pembuatan keputusan yang terprogram dan tidak terprogram.

  • Proses Minout

Proses Minout merupakan proses rasional dalam pengambilan keputusan, dikembangkan oleh Kepner danTregoe, dengan menerapkan empat proses dasar yang rasional dalam penggunaan dan penyebaran Informasi mengenai masalah organisasi. Lebih lanjut proses minout adalah prosedur yang sistematis bagi pemanfaatan sebaik mungkin pola berfikir manusia. Diantara pola berpikir manusia ada empat yaitu: (1) Menilai dan menjelaskan (2) Sebab akibat (3) Melakukan pilihan (4) Mengantisipasi masa depan.

REFERENSI

Proctor, Toni. 2005. Creative Problem Solving for Managers Developing Skills for Decision Making and Innovation. London and New York: Routledge Taylor and Francis Group.

Sudjana, D. (2000). Strategi Pembelajaran. Bandung : Falah Production.

http://pasukanputusasa.blogspot.com/2013/01/teknik-teknik-pengambilan-keputusan.html
banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan