banner 468x60

NANANG SETYAWAN, MAHASISWA UNIVERSITAS BOYOLALI : PEMANFAAT BARANG BEKAS PAKAI UNTUK MEDIA TANAM AKUAPONIK DI PEKARANGAN RUMAH

 Regional
banner 468x60
NANANG SETYAWAN, MAHASISWA UNIVERSITAS BOYOLALI : PEMANFAAT BARANG BEKAS PAKAI UNTUK MEDIA TANAM AKUAPONIK DI PEKARANGAN RUMAH

 

Boyolali(arwiranews.com) Pandemi Covid-19 tidak hanya membawa dampak kesehatan. Tetapi juga memukul perekonomian masyarakat khususnya di pedesaan. Di tengah kondisi itu Universitas Boyolali menjadikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk pendampingan dan pemberdayaan masyarakat yang terkena dampak pandemi covid-19.

Sejak tanggal 21 Februari sampai dengan tanggal 31 maret 2021, Mahasiswa Universitas Boyolali (UBY) diterjunkan ke masyarakat di daerah masing-masing untuk melaksanakan KKN dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, memakai masker dan membatasi mobilisasi dan interaksi.

 

Nanang Setyawan, peserta KKN UBY kelompok XIII, mahasiswa semester akhir dari program studi Ilmu Hukum dibawah bimbingan ibu Sri Hartini, SI.Kom,MI.Kom  melaksanakan KKN di Dukuh Gebyog, Desa Selo, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.

Dalam rangka pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di Dukuh Gebyog, dilaksanakan KKN dengan  tema “Pemanfaat Barang Bekas Pakai Untuk Media Tanam Akuaponik di Pekarangan Rumah”, hal tersebut di latar belakangi makin banyaknya sampah botol bekas air mineral yang dibuang oleh para wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata selo dan sampah plastik tersebut belum dapat termanfaatkan dengan baik. Apabila tidak ditangani dengan benar sampah palstik tersebut akan menjadi potensi pencemaran lingkungan, sehingga perlu terobosan untuk memanfaatkannya.

Botol bekas air mineral dapat dimanfaatkan untuk media tanam secara hidroponik dan vertikultur melalui perbaikan  teknik budidaya konvensional. Dengan pengenalan teknologi hidroponik dan vertikultur yang sederhana dan mudah diterapkan, baik oleh anak-anak hingga orang dewasa, sehingga siapa pun dapat menerapkannya di tempat yang terbatas sekalipun. Kelebihan penerapan teknik ini dapat mengatasi pemanfaatan lahan-lahan yang terbatas di sekitar kita, sekaligus membantu pihak pemerintah dalam  mengatasi masalah sampah anorganik, khusunya sampah plastik, styrofoam, kaleng dan semacamnya.

Adanya demplot  akuaponik dan pelatihan, diharapkan masyarakat dapat mengerti bahwa akuaponik merupakan alternatif bercocok tanam dan memelihara ikan dalam satu sistem , dimana tanaman memanfaatkan unsur hara yang berasal dari kotoran ikan yang apabila dibiarkan akan menjadi racun bagi ikan, lalu tanaman berfungsi sebagai filter vegetasi yang akan mengurai zat racun tersebut menjadi zat yang tidak berbahaya bagi ikan dan suplai oksigen pada air yang digunakan untuk memelihara ikan. Kotoran ikan menimbulkan masalah bau yang tidak sedap dan sisa pakan yang ditebar dikolam dan tidak termakan dapat dimanfaatkan kembali. Ikan mengeluarkan limbah berupa amonia, dua jenis bakteri yang berbeda akan mengubah amonia menjadi nitrat. Tanaman perlu nitrat dan menyerap mereka sebagai makanan untuk tumbuh, sementara pada saat yang sama menghilangkan bahan kimia yang beracun bagi ikan.

Kegiatan KKN  dengan tema pemanfaatan barang bekas sebagai media bercocok tanam akuaponik mampu memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan disekitar kita. Selain itu, metode yang digunakan pada kegiatan ini telah mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait pengetahuan tentang cara bercocok tanam secara akuaponik dengan menggunakan botol bekas sebagai wadah akuaponik.

 

 

 

 

 

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan