banner 468x60

Jasa Analisa Statistik: Puluhan Juta Rupiah Dari Bisnis Olah Data

 Regional
banner 468x60
Jasa Analisa Statistik: Puluhan Juta Rupiah Dari Bisnis Olah Data

Berbekal keahlian di bidang statistik, Ferry Angga Irawan, S.Si berhasil mendulang untung puluhan juta rupiah dari bisnis olah data.

Pelanggan hanya tinggal mengirimkan data hasil riset  mentah yang diperoleh dari berbagai sumber.

Bagi perusahaan yang tengah berkembang, peran statistik tak bisa dihindari.  Laporan keuangan, analisa pasar, bahkan karakter dan perilaku karyawan bisa ditelaah dengan statistik.  Bahkan, lembaga penyedia dana pun saat ini mensyaratkan laporan keuangan dari sebuah perusahaan sebagai salah satu kelengkapan permohonan pinjaman.  Kecepatan  dan ketepatan dalam mengolah data menjadi nilai lebih yang ditawarkan oleh pria yang akrab dipanggil Ferry ini.  Segmen pasar lain yang dibidik melalui usaha ini yakni penelitian akademis yang dilakukan oleh mahasiswa, peneliti, dan dosen.

 

Untuk memanfaatkan jasa olah data ini, pelanggan hanya tinggal mengirimkan data hasil riset  mentah yang diperoleh dari berbagai sumber.  Misalnya hasil kuesioner, rekaman pembukuan perusahaan, dan penelitian ilmiah.  Data mentah ini bakal diolah sehingga menghasilkan data jadi atau kesimpulan yang bisa dipakai sebagai acuan pengambilan keputusan.

 

Usaha ini sangat fleksibel.  Ferry menerima pengiriman data via email dari klien yang jauh lokasinya. Setelah data diterima, lantas diolah, dibantu oleh 6 orang ahli analisa data di kantornya. Proses analisa yang dilakukan disesuaikan dengan kasus yang sedang diteliti.  Sebagai contoh, seorang klien bermaksud meneliti pengaruh pemasaran word of mouth dan iklan surat kabar terhadap keputusan membeli salah satu merek sepeda motor. Maka data mentah yang sudah dikumpulkan dianalisa dengan analisa korelasi.  “Ada banyak model analisa yang dipakai. Ada Anova, regresi, korelasi, dan path analisa.  Tiap model memiliki fungsi untuk memecahkan kasus spesifik yang berlainan,” tutur Ferry. 

 

Model analisa untuk perusahaan sama dengan perorangan. Demikian pula dengan proses pengajuan datanya. “Hanya kasusnya saja yang berbeda.  Perbedaan lainnya, pada penelitian ilmiah biasanya dilengkapi dengan proposal.  Sedangkan untuk perusahaan tak perlu proposal.  Cukup memberi tahu hal yang akan diteliti saja,” kata Ferry.  Salah satu contoh kasus perusahaan yang pernah ditangani oleh Ferry yakni  pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan.  Kasus lain yang kerap diterima yakni pengukuran kepuasan pelanggan dan riset untuk menentukan  segmentasi pasar.

 

Hanya dalam kurun waktu 3 hari, hasil riset sudah bisa disimpulkan.  Simpulan tersebut kemudian dikirim kepada kilen.  Sebagai jaminan ketepatan analisa, Ferry memberikan garansi revisi.  Bagi pasar mahasiswa dan dosen, Ferry memberikan jaminan uang kembali bila tidak lulus ujian.  Sedangkan untuk segmen pasar instansi dan korporat, Ferry tidak memberikan jaminan revisi.

 

Berawal dari kontrakan

FNI Statistics didirikan di kota Malang pada Februari tahun 2010. Nama FNI sendiri diambil dari Ferry dan Ida, Nama isterinya.  Pada mulanya, usaha jasa ini dipasarkan dengan  bekerjasama dengan beberapa rental komputer yang tersebar di wilayah sekitar Universitas Brawijaya Malang. Seiring perkembangannya, lembaga yang didirikan oleh alumnus jurusan Statistika dari Universitas Brawijaya ini mulai menunjukkan hasil yang memuaskan. 

 

Saat ini FNI Statistics telah menangani analisa data lebih dari 1.000 klien dari berbagai macam universitas, instansi dan perusahan di Indonesia. Tarif yang dikenakan bervariasi.  Untuk mahasiswa dan instansi berkisar Rp 50.000 – Rp 250.000.  Sedangkan untuk kelas korporasi Rp 1,5 juta – Rp 8 juta. 

Pria yang lahir di kota Malang pada 7 Oktober 1986 ini sejak remaja telah bercita-cita menjadi seorang pengusaha. Semangat untuk memulai bisnis mulai digalakkan sejak ia  lolos sebagai finalis  Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) pada tahun 2009 yang diadakan  Universitas Brawijaya bekerja sama dengan Dirjen Dikti. Berbekal pengalaman manajerial selama aktif berorganisasi serta didukung oleh rekan-rekannya yang berkecimpung di bidang analisa data statistik, Ferry mulai mendirikan bisnis pertamanya, FNI Statistics pada Februari 2010.

 

“Pendirian FNI Statistics dimulai ketika kami menerima bantuan dana Rp 8 juta rupiah dari Program Mahasiswa Wirausaha 2009 oleh Dikti,” papar Ferry.  Pada saat itu nama FNI Statistics adalah Statistics Center. Saat merintis usaha ini, langkah pertama adalah membeli sarana dan prasarana penunjang pemrosesan data.  Meliputi laptop dan printer.  Di samping itu kami juga membuat media promosi berupa spanduk, pamplet, leaflet, kartu nama dan blog,” imbuhnya

 

Dulu, FNI belum memiliki kantor sendiri.  Memanfaatkan kontrakan salah  satu anggota kami sebagai  base camp.  Sebab, pada saat itu usaha baru ini masih belum mempunyai dana yang cukup untuk menyewa tempat sendiri. “Kami beranggapan bahwa saat itu yang paling prioritas adalah  mendapatkan klien baru dan bisa memanfaatkan tempat kontrakan dan perpustakaan kampus,” cetus Ferry.

 

Ketika usahanya berjalan 3 bulan, FNI sudah memiliki klien 5 – 10 orang setiap bulannya. Pada bulan berikutnya, Ferry berinisiatif mengembangkan pemasaran.  Yaitu bekerjasama dengan  rental-rental komputer yang ada di dekat kampus dengan harapan bisa meningkatkan jumlah klien tiap bulannya. ”Kami masuk ke rental, beberapa dari mereka menerima dengan baik dan beberapa yang  lain tidak meresponnya,” kata Ferry menceritakan kisahnya. Kira-kira 1 bulan kemudian, Ferry berhasil bekerja sama dengan 6 tempat rental komputer. Ferry menerapkan sistem bagi hasil dengan rental komputer yang diajak bekerjasama. Beberapa waktu berikutnya ia mendapatkan klien  10 – 20 orang. ”Hal ini membuat kami semakin yakin bahwa usaha ini masih bisa terus dikembangkan dan memiliki prospek besar,” kata Ferry.

 

Sempat goyah

Namun, seiring berjalannya waktu Ferry mengalami tantangan.  Salah satunya  ketidakfokusan dari tim dalam menjalankan dan mengembangkan usaha. ”Pendapatan yang didapatkan pada saat itu masih belum bisa mencapai gaji UMR, sehingga bagi anggota yang pada saat itu sudah tidak mendapat pasokan dana dari orang tua harus mencari pemasukan lain,” tuturnya. Hal ini sempat memicu terganggunya proses usaha. Namun berbekal motivasi yang kuat dari dalam dirinya, serta keyakinan bahwa usaha ini pasti bisa terus dikembangkan Ferry tetap berusaha untuk fokus dan menjalankannya.

 

Sejak bulan Februari tahun 2011 Statistics Center telah resmi menjadi suatu lembaga milik Ferry pribadi. Sejak saat itu Statistics Center berganti nama menjadi FNI Statistics. Dengan menjalankannya usaha sendiri, Ia lebih leluasa dalam melakukan pengembangan, salah satunya dengan cara  memaksimalkan  proses kerjasama antara saya dengan rental yang sudah saya ajak kerjasama. Sebuah kondisi menguntungkan pada saat itu adalah pemilik rental tersebut  telah berbaik hati untuk memberikan sebagian ruangan di salah satu rentalnya untuk saya gunakan. Ruangan  kecil itulah yang selanjutnya menjadi ’kantor’ pertama saya.  

 

”Ilmu baru yang saya dapatkan dari rental adalah bahwa kita harus memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada klien, jadi saya harus meluangkan waktu untuk bisa standby di tempat tersebut agar setiap saat klien membutuhkan mereka langsung bisa menemui. Selama satu bulan berikutnya saya mulai terapkan untuk bisa standby di tempat tersebut dan hasilnya memang sesuai dengan yang diperkirakan, saya bisa meningkatkan jumlah klien rata-rata tiap bulannya menjadi 20 – 40 klien tiap bulannya,” jelasnya.

 

Seiring perkembangan usaha, Ferry merasa perlu mendirikan kantor sendiri agar proses jalannya usaha dapat lebih optimal dan tidak lagi ‘menumpang’ di tempat orang lain. “Pada  Oktober 2010 saya memutuskan untuk menempati sebuah tempat di Jl. Kertoraharjo 88 Malang,” paparnya penuh rasa bangga.  Kantor baru itu membuat konsumen dan calon konsumen semakin percaya terhadap usahanya. “Syukur,permintaan analisa data dari para klien semakin bertambah banyak sejak saya memiliki kantor sendiri di wilayah tersebut,” tandasnya.

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan