banner 468x60

Atiqoh Retno Dewi, Mahasiswa Universitas Boyolali : Tetap Menolong Meski Pandemi.

 Regional
banner 468x60
Atiqoh Retno Dewi, Mahasiswa Universitas Boyolali : Tetap Menolong Meski Pandemi.

 

Boyolali(arwiranews.com) Saat ini pandemi covid 19 sedang melanda dunia tak terkecuali Indonesia, di musim pendemi sekarang ini banyak sekali aktivitas diluar rumah yang dibatasi. Tidak hanya tempat wisata ataupun pusat perbelanjaan yang sepi pengunjung karena dampak dari peraturan pemerintah untuk tetap di rumah saja, namun kegiatan sosial masyarakat juga menurun dikarenakan peraturan untuk tidak berkerumun. Mahasiswi Universitas Boyolali Atiqoh Retno Dewi dari Program Studi Ekonomi Manajemen melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mengadakan kegiatan sosial donor darah di Desa Tumang Kulon, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah.

 

Kegiatan donor darah ini dilakukan Hari Rabu Tanggal 17 Maret 2021 pukul 09.00-11.00 bersama Palang Merah Indonesia Boyolali. Dalam kegiatan ini didapatkan 60 kantung darah, dan dalam kegiatan ini tentunya tetap menerapkan aturan protokol kesehatan. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah selain menolong orang lain yang membutuhkan tranfusi, juga untuk mewujudkan sikap peduli dan sukarela dalam membantu sesama. Donor darah juga memiliki manfaat kesehatan bagi pendonor antara lain mencegah penyakit jantung, membakar kalori, menurunkan risiko kanker, meningkatkan produksi darah, menurunkan kolesterol, dan masih banyak lagi. Diharapkan kegiatan donor darah ini dapat menjadi wadah untuk meningkatkan rasa kepedulian sosial terhadap orang lain yang membutuhkan.

Donor darah saat wabah Covid-19 itu aman

Virus corona, atau yang dikenal dengan nama SARS-CoV-2, penyebab Covid-19 akan menyerang sistem pernapasan. Makanya, gejala yang akan timbul umumnya menyerupai gejala pilek. Coronavirus dapat menular melalui droplet atau percikan air liur orang yang terinfeksi saat mereka batuk dan bersin. Selain melalui percikan langsung, virus corona juga dapat masuk ke dalam tubuh seseorang saat ia memegang benda yang terkontaminasi virus.

Kemudian, dengan tangan yang sama, ia menyentuh wajahnya, terutama mata, hidung, dan mulut.Tetapi, Anda tidak perlu khawatir. Hingga kini, belum ada data dan bukti ilmiah yang menyebutkan virus corona bisa ditularkan transfusi darah. Hal tersebut tentu menunjukkan bahwa donor darah saat pandemi ini aman.

Organisasi-organisasi seperti PMI pun sudah mengatur dan memiliki prosedur transfusi yang aman. Maka dari itu, Anda tetap bisa mendonorkan darah selama masa wabah ini.

Prosedur donor darah berdasarkan PMI

Satu hal yang juga perlu Anda ketahui, darah yang Anda donorkan akan melewati berbagai proses pemeriksaan, penyaringan, serta pemisahan komponen lebih dulu. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan darah ini aman. Jadi, darah tidak akan langsung diberikan kepada penerima donor. Meski begitu, virus corona bisa saja ditemukan di dalam darah orang yang mengalami gejala dan penderita Covid-19. Mereka tidak dianjurkan untuk mendonorkan darah.

Sementara bagi orang sehat dan tidak berisiko tinggi terinfeksi virus corona, transfusi darah saat pandemi tidak masalah.

PMI telah mengeluarkan protokol kesehatan agar kegiatan donor darah selama wabah ini tetap aman. Prosedur ini dibuat untuk melindungi pendonor dan tenaga kesehatan dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebelum memberikan darahnya, pendonor harus:

  • Menjalani pengecekan suhu tubuh
  • Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 20 detik
  • Melaksanakan pemeriksaan kesehatan oleh dokter
  • Melakukan pengecekan kadar hemoglobin (Hb) dan tekanan darah
  • Menjaga jarak fisik selama proses donor darah berlangsung

Jika suhu tubuh calon donor > 37,50 derajat celcius, proses donor darah tidak akan dilanjutkan. Begitu juga kalau dokter menemukan gejala dan faktor risiko Covid-19 saat pemeriksaan.

Baik pendonor dan petugas donor, sama-sama disarankan untuk memakai masker. Khusus petugas, harus mengenakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap dan tidak diperkenankan bertugas kalau merasa tidak enak badan.

Syarat mendonorkan darah

Pada dasarnya, semua orang sehat bisa mendonorkan darahnya. Namun, ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk menghindari terjadinya masalah kesehatan bagi pendonor. Beberapa syarat tersebut adalah:

  • Sehat jasmani dan rohani
  • Berusia 17 – 65 tahun
  • Berat badan, minimal 45 kg
  • Tekanan darah normal, antara angka 100/70 mmHg dan 170/100 mmHg
  • Kadar hemoglobin normal, yaitu 12,5 – 17,0 g%
  • Tidak mendonorkan darahnya dalam 12 minggu terakhir

Akan tetapi, selama pandemi, Anda tidak diperbolehkan mendonorkan darah jika:

  • Demam, tidak enak badan, atau memiliki gejala Covid-19, contohnya batuk, pilek, dan sulit bernapas.
  • Mempunyai riwayat kontak dekat dengan orang yang didiagnosis atau diduga terinfeksi Covid-19 dalam 14 hari terakhir.
  • Terdiagnosis atau diduga terinfeksi virus corona.
  • Baru sembuh dari Covid-19 (mereka sebenarnya boleh-boleh saja memberikan darahnya, namun harus menunggu sampai 28 hari setelah dinyatakan sembuh).

Dari tulisan ini, dapat disimpulkan bahwa mendonorkan darah saat pandemi itu terbilang aman. Terutama untuk orang sehat yang tidak memiliki faktor risiko terinfeksi Covid-19.

Untuk mencegah penularan dan memastikan kegiatan donor darah di Indonesia ini aman, PMI mengeluarkan beberapa prosedur kesehatan. Setelah donor darah, konsumsilah makanan sehat dan bernutrisi yang dibutuhkan tubuh (seperti zat besiasam folat, dan vitamin B) untuk membentuk sel darah merah baru.

 

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan