banner 468x60

Membumikan Nilai-Nilai Karakter Sebagai Perilaku dan Budaya Organisasi

 Opini
banner 468x60
Membumikan Nilai-Nilai Karakter Sebagai Perilaku dan Budaya Organisasi

 

 

Mulyani, Prof. Dr. Sufiarma Marsidin, M.Pd, Dr. Hj. Demina, M.Pd

Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Email:

mulyanisosiologi@gmail.com

 

Budaya merupakan hasil karya, rasa, karsa dan cipta manusia yang datap tumbuh dan berkembang dalam sebuah  organisasi apapun. Budaya organisasi merupakan karakteristik unik yang menjadi kekhasan suatu organisasi yang dijunjung tinggi oleh semua anggota organisasi tersebut. Budaya organisasi ini direfleksikan melaui perilaku-perilaku yang dilakukan dalam organisasi. Sebagai sebuah budaya yang telah melekat pada lembaga, budaya organisasi memiliki beberapa fungsi yaitu: 1) sebagai pembeda antara organisasi yang satu dengan yang lain, 2) budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota organisasi, 3) budaya dapat membantu terbentuknya komitmen semua anggota organisasi, 4) budaya dapat menjadi perekat hubungan sosial antara sesama anggota organisasi dan 5) budaya juga merupakan sebuah mekanisme yang membuat dan membentuk makna serta memandu dan menjadi kendali perilku anggota organisasi. Perilaku organisasi berkaitan dengan bagaimana orang bertindak dan bereaksi dalam semua jenis organisasi. Dalam kehidupan organisasi, orang dipekerjakan, dididik dan dilatih, diberi informasi, dilindungi dan dikembangkan. Dengan kata lain,

 maka perilaku organisasi adalah bagaimana orang berperilaku di dalam suatu organisasi.

Pada saat sekarang, semakin banyak berkembang perilaku dan budaya organisasi di masyarakat sesuai dengan ciri dari organisasi itu sendiri. Perilaku dan budaya suatu organisasi sangat penting dikaitkan dengan penanaman nilai-nilai karakter bangsa. Ini dapat menjadi penumbuhan sikap dan perilaku positif yang dapat membentuk kepribadian seseorang menjadi mendarah daging baik dalam lingkungan organisasi maupun di luar lingkungan organisasi. Penanaman  nilai-nilai karakter sebagai perilaku dan budaya organisasi dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan pembiasaan maupun kegiatan yang dilakukan secara berkala.

Banyak nilai-nilai karkater yang harus diketahui dan dikenal serta ditanamkan dalam perilaku baik individu maupun kelompok. Namun, dapat pula merujuk pada nilai-nilai karakter bangsa yang perlu ditanamkan menjadi perilaku dan budaya organisasi diantaranya adalah:

  1. Beriman bertakwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak mulia. Anggota organisasi harus mampu memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Elemen kunci Beriman bertakwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak muliaadalah akhlak beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam dan akhlak bernegara. 
  2. Berkebinekaan Global, yaitu dengan mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya dengan budaya luhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa. Elemen dan kunci kebinekaan global meliputi mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.
  3. Bergotong royong, memiliki kemampuan bergotong-royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. Elemen-elemen dari bergotong royong adalah kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.
  4. Mandiriyaitu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya.Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri. 
  5. Bernalar kritis.anggota organisasi hendaknya mampu bernalarkritis mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya. Elemen-elemen dari bernalar kritis adalah memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir, dan mengambil Keputusan. 
  6. Kreatif, menumbuhkan perilaku kreatifyaitu mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Elemen kunci dari kreatif terdiri dari menghasilkan gagasan yang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal

Dalam penerpannya di sekolah, nilai-nilai karakter tersebut dapat dilakukan melalui tiga basis yaitu berbasis kelas, berbasis budaya sekolah dan berbasis masyarakat. Pertama, berbasis kelas. Pendidik sebagai fasilitator pembelajaran dalam kelas dapat mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran yang dituangkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Penenaman karate berbasis kelas dapat menjadi rutinitas yang dilakukan oleh setiap guru mata pelajaran saat melaksanakan kegiatan belajar dan pembelajaran di sekolah. Selama proses pembelajaran nilai-nilai karakter dapat disampaikan dan diimplementasikan pada setiap alur kegiatan pembelajaran.

Kedua, melalui budaya sekolah. Bagaimana sekolah sebagai sebuah organisasi mendesain penanaman nilai-nilai karakter menjadi sebuah kebudayaan dalam organisasinya. Penerapan berbasis budaya sekolah dapat dilakukan secara berkala maupun pembiasaan-pembiasaan rutin. Misalnya penerapan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun), pembiasaan sholat berjamaah, membuang sampah pada tempatnya, mencintai dan menyayangi  dengan merawat dan menjaga lingkungan hidup, melakukan kegiatan gotong royong secara periodic dan lain sebagainya. Nilai-nilai ini dapat dijadikan budaya sekolah melalui kegiatan-kegiatan pembiasaan maupun melalui kegiatan penyuluhan, slogan-slogan dan lainnya.

Ketiga, melalui budaya berbasis masyarakat. Pelaksanaan pendidikan karakter peserta didik di lingkungan masyarakatnya ditanamkan melalui berbagai pembiasaan meliputi:

  1. Pembiasaan Umum. Pembiasaan umum dapat dilakukan dengan memberi salam, senyum dan sapaan kepada setiap orang di komunitas sekolah,guru dan tenaga kependidikan datang lebih awal untuk menyambut kedatangan peserta didik sesuai dengan tata nilai yang berlaku, membiasakan peserta didik (dan keluarga) untuk berpamitan dengan orangtua/ wali/penghuni rumah saat pergi dan lapor saat pulang, sesuai kebiasaan/adat yang dibangun masing-masing keluargadan secara bersama peserta didik mengucapkan salam hormat kepada guru sebelum pembelajaran dimulai, dipimpin oleh seorang peserta didik secara bergantian.

 

  1. Pembiasaan Periodik

Beberapa kegiatan penanaman nilai-nilai karakter yang dilakukan secara periodic dalam organissi diantaranya dengan cara mengadakan pertemuan orang tua siswa pada setiap tahun ajaran baru untuk menyosialisasikan visi, aturan, materi dan capaian belajar siswa yang diharapkan dapat dukungan orang tua di rumah, mengadakan pameran karya siswa pada setiap akhir tahun ajaran dengan mengundang orangtua dan masyarakat untuk memberi apresiasi pada siswa, orangtua membiasakan untuk menyediakan waktu 20 menit setiap malam untuk bercengkerama dengan anak mengenai kegiatan di sekolah, masyarakat bekerja sama dengan sekolah untuk mengakomodasi kegiatan kerelawanan oleh peserta didik dalam memecahkan masalah-masalah yang ada di lingkungan sekitar sekolah, masyarakat dari berbagai profesi terlibat berbagi ilmu dan pengalaman kepada siswa di dalam sekolah

 

  1. Pembiasaan rutinitas

Kegiatan pembiasaan rutinitas yang dilakukan yang dapat dilakukan dalam organnisasi adalah: memberi salam, senyum,  sapa secara sopan dan santun; peserta didik berpamitan kepada orang tua dengan mengucap salam dan mencium tangan; peserta didik melaksanakan diskusi kelompok sebaya (peer group) yang dihadiri oleh pendidik dan tenaga kependidikan; turut mengamati perkembangan peserta didik melalui buku komunikasi siswa, membentuk kelompok belajar yang diketahui oleh guru dan/atau orang tua, dan melakukan gerakan kepedulian kepada sesama warga sekolah dengan menjenguk warga sekolah yang sedang mengalami musibah, seperti sakit, kematian, dan lainnya serta membiasakan siswa saling membantu bila ada siswa yang sedang mengalami musibah atau kesusahan.

 

Dengan membumikan nilai-nilai karakter di lingkungan organisasi diharapkan dapat menjadi perilaku dan budaya organisasi yang nantinya akan menjadi kepribadian. Ini harus dilakukan secara continue dan terus menerus. Untuk membentuk kepribadian melalui kegiatan membumikan nilai-nilai karakter tidak akan akan serta merta dan instan terbentuk kepribadian yang diharapkan. Akan tetapi penerapan ini tidak boleh dihentikan dan tetap dilakukan terus menerus sehingga kedepannya untuk kurun waktu yang tidak singkat dapat terwujud cita-cita yang ingin dicapai. Yaitu manusia yang berakhlakul kharimah.

 

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan