banner 468x60

Dr. Muhammad Solikhudin, M. H.I. : Menggapai Kemerdekaan yang Hakiki.

 Opini
banner 468x60
Dr. Muhammad Solikhudin, M. H.I. : Menggapai Kemerdekaan yang Hakiki.

 

Bangsa Indonesia kembali menjumpai bulan Agustus. Bulan yang selalu dikenang sebagai hari kemerdekaan Indonesia. Sejalan dengan itu, banyak hal yang harus diperbaiki oleh bangsa ini, mulai dari aspek sosial, politik, budaya, pendidikan dan ekonomi. Sebagai bangsa yang besar, kita tidak boleh pesimis. Rancang bangun optimisme harus dikuatkan dengan melihat kembali karakter asli bangsa ini.

Karakter bangsa ini memiliki langgam yang khas, seperti kejujuran, gotong royong, kepedulian sosial, ketekunan dan pekerja keras. Karakter yang memiliki akar sejarah yang panjang dan harus dilaksanakan secara berkelanjutan. Sesuai dengan ajaran Islam, kita harus membangun kesadaran sejarah, oleh karena itu kita harus belajar kepada sejarah agar tidak kehilangan jati diri.

Pencerahan untuk Kebahagiaan Bersama

Hari kemerdekaan bangsa Indonesia tahun 2020 ini terjadi beberapa hari sebelum tahun baru Hijriyah. Peralihan tahun dan momentum kemerdekaan ini dapat dijadikan sebagai pencerahan bagi kebaikan bersama. Semangat kembali ke karakter asli bangsa ini harusnya semakin kuat dengan peringatan dua hal menarik yang melekat dengan bangsa ini.

Tahun baru Hijriyah dan hari kemerdekaan dapat dijadikan sebagai perubahan cara pandang yang kontra poduktif menuju cara kerja yang produkutif dengan mengedepankan dua aspek fundamental, yakni akal dan hati. Dua aspek ini pada gilirannya akan melahirkan kemampuan setiap individu untuk melakukan perubahan dan perbaikan kehidupan.

Nalar-nalar konservatisme yang akut harus dihilangkan agar terejawantah peradaban keilmuwan yang luhur sejalan dengan cita-cita bangsa ini, membangun masyarakat yang cerdas dan berbudi adiluhung. Fenomena saat ini dengan diimbangi kemajuan teknologi, banyak konten-konten, baik video maupun tulisan yang tidak mencerminkan karakter asli bangsa ini.

Sebagai bangsa yang cerdas, kita harus dapat memilih konten-konten yang sejalan dengan cara pandang bangsa ini agar terbangun nilai-nilai agama yang tertuang dalam ideologi pancasila secara utuh dan berkesinambungan.

Cara pandang dari konservatisme yang akut ke moderatisme ini perlu diedukasikan kepada generasi penerus bangsa, generasi milenial yang hidup saat ini harus diberi pendidikan yang baik tentang moderatisme. Moderatisme merupakan cara berpikir terbaik yang tengah-tengah dengan jalur kebangsaan dan keagamaan yang seimbang. Cara ini dapat menumbuhkan semangat keindonesiaan bagi generasi milenial. Kemerdekaan hakiki dapat dicapai dengan pemahaman yang utuh tentang moderatisme dalam konteks keindonesiaan.

Indonesia yang majemuk dibangun dari berbagai elemen masyarakat. Semangat keragaman dalam bingkai NKRI tentu berkaitan dengan moderatisme. Menghargai keragaman sehingga terealisasi kehidupan yang damai dan santun. Hal ini juga berdampak pada segala aspek perbaikan ekonomi, sosial, politik dan budaya. Tatanan kehidupan baru teerbangun dari pihak masyarakat, pemerintah, lembaga sosial masyarakat dan interaksi dengan dunia internasional. Jika kita ingin perbaikan, maka perubahan harus dilakukan.

Majemuk dari aspek suku, agama, budaya dan bahasa menjadikan Indonesia bangsa besar yang harus tetap dijaga keragamannya. Oleh karena itu untuk menggapai kemerdekaan hakiki butuh kerja sama yang kuat di setiap lini. Nalar keagamaan dan kebangsaan yang moderat merupakan modal utama bangsa ini. Tidak cukup hanya semangat, namun juga harus diimbangi dengan pemahaman yang utuh tentang hakikat kemerdekaan yang disampaikan oleh ahlinya. Hakikat kemerdekaan itu berkelindan dengan kebebasan beragama, berpikir dan bertingkah laku dalam konteks kebebasan tanggungjawab moral. Moralitas inilah yang menjadi sumber inspirasi untuk membangun kembali bangsa ini dari belenggu konservatisme yang akut dan kebebasan yang tidak bertanggungjawab.

Memasuki bulan Agustus 2020 ini, ucapan yang pantas adalah dirgahayu Indonesia ke 75. Selamat memasuki usia yang tidak muda lagi. Usia yang matang yang harus diimbangi kedewasaan bangsanya. Selamat tahun baru Hijriyah 1442, semoga peralihan tahun ini berdampak pada semangat perubahan, semangat untuk pencerahan bagi kebahagiaan bersama. Sekali lagi dirgahayu Indonesia dan selamat tahun baru Hijriyah.

Penulis adalah Dosen Fakultas Syariah IAIN Kediri, Jawa Timur

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan