banner 468x60

Dessy Ratika Putri (Mahasiswa Universitas Boyolali): Kuliah di Pertanian, Mengapa Tidak???

 Opini
banner 468x60
Dessy Ratika Putri (Mahasiswa Universitas Boyolali):  Kuliah di Pertanian, Mengapa Tidak???

 

 

Buat kalian yang lagi persiapan ujian kelulusan SMA atau sedang sibuk-sibuknya mencari tempat kuliah yan sesuai minat kamu. Sudah coba masukin faperta (Fakultas Pertanian) ke dalam list tempat tujuan kalian?

Kebanyakan dari kalian pastiakan berpikir atau membayangkanharusberpanas-panasan,berkotor kotoran, kampungan, praktek  berat di lahan, dan hal lainnya, jika berbicara tentang mahasiswa pertanian.Kalian juga pasti berpikir tidak akan keren dan gaul bila kuliah difaperta, tidak seperti jika kalian kuliah di fakultas kedokteran, hukum, atau fakultas bergengsi lainnya. “Paling difaperta itu cuma belajar tentangmacul sama tanaman doang. Itu mah dibiologi dari SMP juga udah diajarin”,

“Siapa bilang faperta belajarnya cuma tentang tanaman?”

Fakultas pertanian gak seperti yang selalu kalian bayang kan. Mungkin kalian jadi gak akan ragu buat memasukkan faperta ke dalam list tempat tujuan kuliah kalian dan yang pasti kalian gak akan memandang remeh mahasiswa faperta lagi.

 

1.Jadi mahasiswa pertanian nggak harus selalu praktek di sawah/lahan luas

“Ahh ,paling juga kuliah di faperta praktek di sawah!”

“Kuliah pertanian tuh cuma bikin keringetan, harus panas-panasan pula,bikin kulit hitam”

Pasti sebagian kalian akan berpikir seperti itu jika di suruh memilih kuliah di faperta. Jangan berpikir seperti itu dulu sebelum kalian mengetahui faktanya. Nggak harus dan nggak selalu kuliah difaperta membuat kalian akan mandi keringat dan panas panasan di lahan sawah.

 

2.Jadi mahasiswa pertanian itu belajar kreatif dan inovatif dengan tanaman

 

Nah kalau yang satu ini memang sudah harus jadi keahlian mahasiswa pertanian. Kalau orang orang selalu membayangkan mahasiswa pertanian itu hanya praktek di sawah, melakukan praktek di desa-desa, dan kerjanya hanya melakukan penyuluhan ke lingkungan terpencil. Hal ini pasti akan membuat kalian berubah pikiran!

Mahasiswa pertanian itu selalu dituntut berpikiran kreatif dan inovatif. Mereka harus bisa belajar menyesuaikan keadaan segala jenis tanaman, sosialisasi masyarakat (baik di desa, maupun kota),dan perubahan kondisi lingkungan yang sesuai untuk bertanam.

Mahasiswa  pertanian itu diajarkan memanfaatkan sumberdaya lahan yang terbatas dengan kondisi masyarakat modern agar lingkungan tetap terlihat hijau dan produksi oksigen tetap ada. Tidak peduli harus memanfaatkan barang bekas, menanam tanpa menggunakan tanah,dan harus bisa menemukan cara-cara baru untuk menyediakan media tanam selain tanah untuk tanaman.

 

3.Image mahasiswa pertanian nggak selalu jelek dan kampungan

 

Tempat seseorang menimba ilmu itu nggak menentukan image dan karakteristik orang tersebut.  Dalam satu kampus itu adalah hal yang wajar bila kita menemukan karakter yang berbeda-beda.

Bukan karena dia kuliah di tempat A berarti dia kaya atau kuliah di tempat B berarti dia pintar.Di setiap tempat kuliah manapun pasti kita akan selalu menemukan karakter mahasiswa yang beragam ada yang manja, cerewet, pintar, pendiam, bandel, dll. Jadi nggak ada hubungannya antara tempat kuliah dan image.

Ini juga merupakan fakta bahwa kalau kalian kuliah di faperta nggak akan jadi kampungan, nggak gaul,atau jadi jelek. Jadi tunggu apalagi, segeralah kalian mendaftarkan diri kalian Kuliah di Kampus yang ada Fakultas Pertaniannya. DiSolo Raya sudah banyak dan di Boyolali hanya satu Universitas yang sudah ada Fakultas Pertanian yaitu Universitas Boyolali.

 

Dessy Ratika Putri adalah Mahasiswa Semester 8, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi, Universitas Boyolali

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan