banner 468x60

Chania R Santoso : ETIKA SEORANG GURU.

 Opini
banner 468x60
Chania R Santoso : ETIKA SEORANG GURU.

Guru sejatinya adalah sebuah profesi mulia yang tidak pernah menuntut upah selain pencapaian hidup yang luar biasa dari sang siswa itu sendiri. Menjadi seorang guru bukanlah hanya untuk sebuah profesi, karena guru adalah pekerjaan mulia dimana kita harus mengajar dan mendidik diri setiap orang untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bermoral kepada setiap ciptaan Tuhan. Maka, setiap orang bisa menjadi guru walaupun hanya untuk menjadi guru bagi diri sendiri atau menjadi guru bagi keluarganya.

Bukan seorang guru bila tidak mendidk dan hanya mengajarkan pelajaran pada siswanya. Dan bukan seorang guru perbuatannya tidak pantas menjadi contoh bagi siswa yang berguru kepadanya. Lalu apa yang seharusnya kita lakukan agar kita bisa menjadi seorang guru ? Ada beberapa catatan penting untuk keperibadian diri pribadi kita agar kita mampu menjadi guru baik bagi diri sendiri ataupun kepada orang lain, yaitu ;

  1. Jangan pernah merasa memiliki rasa cukup tinggi akan sebuah ilmu
    Ketika seorang guru merasa memiliki/menguasai sebuah ilmu cukup tinggi maka ia akan berhenti mencari ilmu, sedangkan kehidupan terus berubah begitupun ilmu terus berkembang mengikuti beradaban zaman.
  2. Jangan pernah ada rasa merasa memiliki ilmu lebih tinggi dari orang lain
    Karena tidak ada yang bisa menjamin seorang guru telah menguasai seluruh ilmu yang ada di dunia ini. Ilmu itu sangat luas dan ilmu itu sesuai bidangnya. Seorang guru matetika akan lebih ahli di biang matematika dan seorang guru sejarah ahli di bidang sejarah. Maka, berjalanlah bersama agar menjad baik dan jangan pernah membandingkan mana yang lebih baik agar perpecahan tidak akan pernah terjadi.
  3. Teruslah belajar hidup dengan sedikit ilmu yang telah kita miliki.
    Ilmu yang telah dipelajari sebaiknya kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari agar ilmu itu lebih berguna dan bermakna dalam kehidupan. Luaskan pergaulan kita agar wawasan terus bertambah, karena sebuah ilmu membutuhkan dukungan dari pihak-pihak lain yang ada dalam kehidupan sehari-hari seperti; budayawan, sejarawan, insinyur, dokter, dll jangan pernah membeda-bedakan dalam bergaul karena dengan pergaulan yang luas kita bisa mengukur batas kemampuan dan kekurangan diri kita, sehingga tumbuh dorongan untuk terus belajar menambah wawasan ilmu dan kita mampu memahami apa yang kita butuhkan dan apa yang kita inginkan dalam kehidupan.
  4. Jangan lupa belajar adil di segala tempat dimanapun kita berada.
    Adil adalah ruh bagi sebuah kebijaksanaan. Adil adalah rasa tidak memihak, sama rata, tidak ada lebih baik, tidak ada lebih kurang, tidak ada pilih kasih dimana semua orang mendapatkan hak menurut kewajibannya. Jujur adalah perwujudan dari rasa adil yang nyata. Meski kita berada pada posisi yang tidak benar, ketika engkau berani berkata jujur telah berbuat salah maka engkau telah berbuat adil pada dirimu sendiri dan ketika engkau tidak jujur akan kesalahan dirimu maka engkau telah mengkikis moralitas dalam dirimu sendiri.

Di akhir tulisanku kali ini terselip doa bagi kita semua, semoga kita mampu menjadi seorang yang bijaksana sehingga kita mampu menjadi guru terbaik bagi diri kita sendiri. Amin.

Tangerang, 15 Oktober 2020
Chania R. Santoso

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan