Kamis, 03 Desember 2020

banner 468x60

5.000 Umat Islam Klaten Long March dari Al Aqsho Menuju Tugu Adipura, Desak DPR Cabut RUU HIP.

 Nasional
banner 468x60
5.000 Umat Islam Klaten Long March dari Al Aqsho Menuju Tugu Adipura, Desak DPR Cabut RUU HIP.

Klaten(arwiranews.com)Tidak kurang dari lima ribuan umat islam Klaten turun ke jalan menggelar aksi penolakan Rancangan Undang Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dan meminta segera kepada DPR untuk mencabut dari program legislasi nasional (Prolegnas). Ribuan peserta aksi dari berbagai elemen umat islam Klaten seperti, Muhamamdiyah dan Ortom, FKAM, Pemuda Pancasila, Gerakan Pemuda Kakbah(GPK), FUI dan lainnya berkumpul di halaman masjid Agung Al-Aqsha Klaten, selanjutnya berjalan menuju simpang 3 tugu adipura. Disepanjang jalan jantung kota Klaten mereka berorasi sambil membentangkan spanduk, poster yang isinya menolak RUU HIP dan kesiapan melawan PKI dan ajaran komunis tumbuh kembali di Indonesia.

 

Tondo Handoko, Koordinator Aksi Laskar Umat Islam Klaten mengatakan, aksi ini diikuti hampir lima ribuan masa dari berbagai elemen umat islam di Kabupaten Klaten. Tujuannya untuk menyeru kepada DPR agar segera mencabut RUU HIP dari prolegnas karena jelas bertentangan dengan ideologi pancasila. “Bagi kami Pancasila sudah cukup, tidak ada lagi, eka sila bahkan meniadakan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa”,katanya, Ahad (5/7/2020).

 

Koordinator Aliansi Laskar Umat Islam Klaten, Sugiyanto dalam kesempatan tersebut membacakan 4 poin pernyataan sikap dari Laskar Umat Islam yang ditirukan ribuan peserta aksi. “Mendukung mendukung mendorong mengawal maklumat MUI Pusat, tentang penolakan RUU HIP, mendesak kepada DPR RI dan Pemerintah agar mencabut pembahasan RUU HIP dari Prolegnas, memohon kepada semua pihak, penegak hukum untuk mengusut menindak tegas, kepada pihak-pihak yang melawan hukum dengan mengganti pancasila sebagai dasar negara”,ucapnya. Sugiyanto menambahkan, bila dalam batas waktu sebulan tidak ada tindakan, maka aliansi umat islam Klaten akan terus memperjuangkan sampai RUU ini dicabut dari Prolegnas.

 

Sementara itu Tugiran dari Angkatan Muda Muhammadiyah(AMM) Klaten dalam orasinya menuntut kepada pemerintah, inisiator pengubah pancasila menjadi trisila, ekasila untuk di adili seadil-adilnya. “Mari kita jaga pancasila, ini akhir jaman pemimpin-pemimpin dipilih dengan money politik, mari kita berjihad untuk menegakkan pancasila, Pancasila satu-satunya ideologi yang dapat menyatukan bangsa ini”, tegas Tugiran yang juga Tokoh Pemuda Muhammadiyah Klaten. (sieradmu.com/*) 

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan