banner 468x60

SULISTI INDRIYANI, MAHASISWA UNIVERSITAS BOYOLALI : PRODUK OLAHAN KERIPIK BAYAM SEBAGAI MODAL PEMULIHAN EKONOMI MASYARAKAT.

 Kampus
banner 468x60
SULISTI INDRIYANI, MAHASISWA UNIVERSITAS BOYOLALI : PRODUK OLAHAN KERIPIK BAYAM SEBAGAI MODAL PEMULIHAN EKONOMI MASYARAKAT.

 

 

ABSTRAK   

Jombong adalah sebuah desa yang ada di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah Indonesia. Menurut data yang diperoleh dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) “Jombong Berdikari menuju Argopolitan” yang dilaksanakan mulai 20 Februari sampai 30 Maret 2021, masyarakat Desa Jombong dapat dikatakan cukup terdampak pandemi COVID-19. Hal ini disebabkan oleh banyaknya warga yang kehilangan penghasilan akibat wabah tersebut. Dari permasalahan tersebut, potensi Desa Jombong yaitu tanaman bayam digali dan dikembangkan sebagai modal pemulihan ekonomi di era new normal. Pendekatan yang digunakan adalah community development yang berorientasi kepada upaya-upaya pengembangan pemberdayaan masyarakat dengan menjadikan masyarakat sebagai subyek dan sekaligus obyek pembangunan dan melibatkan mereka secara langsung dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat sebagai upaya meningkatkan peran serta mereka dalam pembangunan demi kepentingan mereka sendiri. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa pendekatan community development dapat digunakan untuk merangsang ide wirausaha dan membangkitkan semangat warga untuk berinovasi berbasis bahan baku lokal, yaitu sayur bayam.

Kata kunci: produk, olahan, bayam.

 

LATAR BELAKANG   

Jombong adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Cepogo kabupaten Boyolali Provinsi Jawa tengah Indonesia. Desa ini memiliki luas wilayah sekitar 302.800 Ha . Desa ini memiliki 4 Rukun Warga (RW) salah satunya yaitu RW. 03 (Dusun Jombong). Desa Jombong memiliki jumlah penduduk laki-laki sebanyak 1.250 jiwa, sedangkan perempuan sebanyak 1.210 jiwa, sehingga total 2.460 jiwa. Saat ini dipimpin oleh Kepala Desa yang bernama Bapak Suharno dan dibantu oleh seorang Sekretaris Desa yaitu Bapak Purwoko. Selain kepala pemerintahan tersebut desa Jombong juga dibentuk sebuah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang dipimpin oleh Bapak Muhtarom dan dibantu sekretraris Bp. Sunyoto. 

 

Di tengah masa sulit pandemi Coronavirus (COVID-19), hampir seluruh sektor terdampak, tak hanya kesehatan. Sektor ekonomi juga mengalami dampak serius akibat pandemi virus corona. Menurut data yang diperoleh dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) “Jombong Berdikari menuju Argopolitan” yang dilaksanakan mulai 20 Februari sampai 30 Maret 2021, masyarakat Desa Jombong dapat dikatakan cukup terdampak pandemic COVID-19. Hal ini disebabkan oleh banyaknya warga yang kehilangan penghasilan akibat wabah tersebut. Seperti misalnya pedagang makanan, pedagang sayur mayur dll. Selama pandemi, Perekonomian yang sangat terganggu, hal ini menyebabkan kurangnya aktivitas jual beli sehingga mengakibatkan kegiatan perekonomian di lingkungan itu berkurang. Selain pedagang makanan, banyak warga yang bekerja sebagai pedagang sembako di pasar yang juga mengalami dampak dari pandemi COVID-19.

 

Desa Jombong pada dasarnya memiliki berbagai potensi lokal seperti banyaknya jumlah sumber daya manusia di usia produktif. Selain itu, desa ini juga memiliki sumber daya alam dengan geografi yang cocok untuk tanaman bunga dan sayur seperti bunga mawar, bunga melati, sawi, bayam, wortel, kol, brokoli, dan beberapa bahan pokok seperti jagung. Khususnya untuk produksi sayur-mayur yaitu bayam. Sayur bayam adalah salah satu jenis sayuran yang menjadi primadona karena rasanya yang enak dan mudah ditanam. Selain itu tanaman bayam juga mudah didapatkan dan hasil kebunnya sangat melimpah.  

 

Berdasarkan latar belakang di atas, solusi pemulihan ekonomi Desa Jombong perlu digali berdasarkan potensi kearifan lokalnya. Inovasi produk olahan keripik bayam merupakan salah satu kagiatan yang dapat di lakukan saat ini. Produk olahan tersebut dapat berupa . keripik, mie sehat, urap dan beberapa inovasi lain.  Selain inovasi produk, inovasi pemasaran seperti e-bercommerce juga perlu dilakukan untuk memperluas jangkauan calon konsumen dengan pasar yang luas.  

 

METODE   

Mitra dalam kegiatan ini adalah masyarakat Desa Jombong Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah Indonesia. Mereka merupakan ibu rumah tangga. Pendekatan yang digunakan adalah Community Development. Metode ini merupakan pendekatan yang berorientasi kepada upaya-upaya pengembangan pemberdayaan masyarakat dengan menjadikan masyarakat sebagai subyek dan sekaligus obyek pembangunan dan melibatkan mereka secara langsung dalam berbagai kegiata pengabdian masyarakat sebagai upaya meningkatkan peran serta mereka dalam pembangunan demi kepentingan mereka sendiri. Tahapan dalam kegiatan KKN dilakukan dengan (1) identifikasi kebutuhan masyarakat, (2) perancangan, (3) pembuatan, (4) pendampingan operasional. Pertama tahap identifikasi kebutuhan masyarakat, wawancara dan observasi langsung dilakukan kepada mitra. Kedua, tahap perancangan dilakukan dengan cara studi literature dan diskusi. Tahap ketiga, pembuatan, dilakukan dengan cara sosialisasi, praktek secara langsung dan diskusi. Terakhir adalah pendampingan yang dilakukan dengan metode praktek mandiri dan tanya jawab secara langsung.  

 

Pembuatan Keripik Bayam bersama Warga Jombong,  Kecamatan Cepogo,

Kabupaten Boyolali

  

DISKUSI  

Bayam merupakan tumbuhan atau tanaman yang biasanya di budidayakan untuk tujuan di konsumsi sebagai sayuran pendamping nasi. Sayuran ini memiliki warna hijau dengan pohon yang tidak terlalu tinggi. Dari bagian pohonnya yang biasa digunakan untuk bahan sayur adalah daun dan batang yang masih muda. Bayam merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang terbaik yang banyak memiliki manfaat untuk tubuh. Bayam memiliki kandungan zat besi yang sangat tinggi, selain zat besi bayam juga kaya akan berbagai vitamin dan mineral, yaitu vitamin A, vitamin C, fosfor, kalium, natrium, magnesium.

Bayam juga mengandung vitaminA yang baik untuk kulit. Sehingga dapat mencegah munculnya jerawat, keriput, dan penuaan dini. Vitamin K yang terdapat pada bayam juga baik untuk tulang karena mampu mencegah osteoforosis dan menjaga kesehatan fungsi otak dan sistem saraf. Zat besi yang terdapat pada bayam penting untuk pembentukan sel

darah merah, agar tidak kekurangan darah atau anemia sehingga menyebabkan tubuh lemas. Dengan banyaknya manfaat bayam, tidak salah jika sayuran hijau satu ini untuk menu makanan sehari-hari.

Daun bayam sering digunakan untuk bahan dalam membuat makanan dan saah satunya adalah dengan mengolahnya menjadi keripik yang sangat renyah dan gurih. Oleh karena itu inovasi produk agar lebih diminati konsumen sangat diperlukan. Pada program KKN Jombong Berdikari menuju Argopolitan,  inovasi produk olahan daun bayam berupa keripik bayam. Bahan yang digunakan untuk membuat keripik bayam adalah daun bayam yang lebar, tepung beras 250 gram, tepung terigu 250 gram, bawang putih 100 gram, ketumbar 1 sendok makan, kemiri 1 sendok makan, garam secukupnya, dan daun jeruk. Cara pembuatan keripik bayam, yang pertama pilih daun bayam yang besar atau lebar, lalu cuci dengan air bersih, kedua haluskan bawang putih, kemiri, ketumbar dan garam. Ketiga, campur tepung beras dan tepung terigu kemudian masukkan santan dan daun jeruk sambil diaduk-aduk hingga tercampur rata. Keempat, panaskan minyak goreng dalam penggorengan lalu celupkan bayam pada adonan tepung dan masukkan daun bayam satu per satu sambil sesekali dibalik agar tidak gosong. Kelima, Angkat keripik bayam yang sudah matang dan tiriskan. Keenam, keripik bayam sudah siap di kemas.

 

KESIMPULAN DAN PEMBELAJARAN   

Kegiatan KKN Jombong Berdikari menuju Argopolitan yang telah dilaksanakan di Desa Jombong Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali Jawa Tengah terbukti dapat memberikan motivasi kepada masyarakat di tengah masa sulit ini. Banyak warga yang masih belum dapat menerima kenyataan bahwa dampak COVID-19 nyata. Perilaku konsumen, perilaku kerja, dan perilaku sosial tidak akan kembali seperti saat sebelum ada pandemi. Sistem pembelajaran blended learning, pembayaran non tunai, kesadaran pentingnya kebersihan dan kesehatan, dll. Oleh sebab itu tidak boleh hanya “wait and see”, menunggu pandemi ini berakhir tanpa mencari solusi apapun. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pendekatan community development cocok digunakan dalam kegiatan KKN “Jombong Berdikari menuju Argopolitan” Hal ni terbukti dari jumlah keterlibatan warga secara aktif selama program ini berlangsung. Namun kegiatan ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dari pemerintah Desa Jombong baik dukungan berupa sarana prasarana maupun dukungan moral. Sampai dengan kegiatan KKN Jombong Berdikari menuju Argopolitan ini berakhir, inovasi produk olahan daun bayam masih sebatas keripik bayam untuk cemilan sehari-hari. Diversivikasi produk seperti mie sehat dan beberapa olahan lain masih perlu dilakukan untuk mewujudkan desa sentra olahan daun bayam. Kegiatan praktek secara langsung merangsang ide wirausaha dan membangkitkan semangat warga untuk berinovasi.  

  

 

UCAPAN TERIMAKASIH   

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan atas dilakukanya kegiatan KKN tahun 2021 dan secara nyata dan dukungan dari segenap tim (dosen dan mahasiswa) yang terlibat baik dari Universitas Boyolali.

  

ACUAN PUSTAKA   

Sativa. Oriza. 2017. Analisis Nilai Tambah Bayam sebgai Bahan Baku Keripik Bayam. Jurnal Ekonomi Pertanian&Pembangunan 14 (2). 39.

 

 

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan