Selasa, 01 Desember 2020

banner 468x60

Sebanyak 11 Pakar Internasional Bahas Perekonomian Pasca Pandemi dari Berbagai Negara

 Kampus
banner 468x60
Sebanyak 11 Pakar Internasional Bahas Perekonomian Pasca Pandemi dari Berbagai Negara

Surakarta(arwiranews.com) Webinar Internasional kembali digelar oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan PUI UNS Fintech Centre dengan tema Global Economy and Financial Sector Post Covid-19. Bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia dan dukungan dari Erasmus Optimizing Research & Doctoral Programs in Banking and Finance in Indonesia Universities (Erasmus OPTBANK), agenda tersebut digelar pada Senin (6/7/2020). Melalui Zoom Clouds Meeting, live streaming di kanal YouTube UNS dan live Instagram di akun UNS Fintech Center, peserta dari berbagai kalangan hadir menyimak pemaparan materi.

Wakil Rektor Bidang Perencanan dan Kerja Sama UNS, Prof. Dr. rer. nat Sajidan, M.Si., hadir mewakili Rektor UNS Prof. Jamal Wiwoho untuk menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya Prof. Sajidan menyampaikan terima kasih kepada pembicara yang telah bergabung dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya dalam menangani kondisi keuangan saat ini.

Dipandu oleh Yoshia Christian Mahulete sebagai moderator, kegiatan tersebut menghadirkan satu keynote speaker dan sepuluh pembicara dari berbagai universitas di dunia. Pembicara utama, Prof. Wimboh Santoso hadir memberikan materi Policy Responses in Financial Sector to Accelarate Economic Recovery.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Wimboh menyampaikan bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi global di masa pandemi Covid-19. Dampak dari adanya pandemi ini sangat terasa pada kondisi perekonomian dunia. Menurut survei yang dilakukan oleh lembaga-lembaga perekonomian dunia, saat ini perekonomian mengalami penurunan bahkan sampai dibawah rata-rata.

“Not important discussing this impact the economic growth but how to mitigate is more important now, ” tutur Prof. Wimboh

Setiap negara memiliki cara yang berbeda untuk mengelola bidang keuangannya. Hal ini disebabkan karena perbedaan kondisi faktor yang mempengaruhi. Di Indonesia sendiri dampak paling terlihat dirasakan oleh kota-kota besar sedangkan bagi kota kecil kegiatan ekonomi masih bisa berjalan normal. Pembatasan aktivitas yang sempat berlangsung menjadi salah satu faktor yang menghambat roda perekonomian. Pemerintah RI berupaya untuk melakukan beberapa kebijakan seperti memberikan insentif dan kelonggaran dalam membayar kredit.

Dilaporkan pula bahwa di kuarter pertama kondisi perekonomian Indonesia mengalami penurunan. Hal tersebut masih akan terus berlangsung pada kuarter kedua. Namun disampaikan oleh Prof. Wimboh bahwa pada akhir tahun ini diharapkan kondisi ekonomi Indonesia akan mengalami pertumbuhan yang positif. Permintaan domestik menjadi salah satu kunci pertumbuhan ini bisa berjalan dengan baik.

Setelah Prof. Wimboh, secara bergantian terdapat sepuluh pembicara dari berbagai universitas atau lembaga dunia menyampaikan materinya. Kesepuluh pembicara tersebut ialah Sergio L. Schmukler Ph.D (Lead Economist, World Bank), Prof. Franco Fiordelisi (University of Rome III, Italy/University Essex, UK), Dr. Emma Allen (Country Specialist, Asian Development Bank), Prof. Alistair Milne (Loughborough University, UK), Prof. Amine Tarazi (University of Limoges, France), Prof. Jon Williams (Bangor University, UK), Prof. Robin Luo Ph.D., FRM (Xihua University, China), Prof. Mehmet Huseyin Bilgin (Istanbul Medeniyet University, Turkey), Zenu Sharma, Ph.D (St. John’s University, USA), dan terakhir Dr. Irwan Trinugroho (Universitas Sebelas Maret, Indonesia).

Tiga materi pertama yang disampaikan ialah “Financing Firm in Hibernation during the Covid-19 Pandemic” oleh Sergio Schmukler Ph.D. Kemudian Prof. Franco Fiordelisi menyampaikan materi tentang “Social Capital and Black Swan Events: International Evidence from the Covid-19”. Dilanjutkan oleh Dr. Emma Allen yang memberikan informasi terkait “Asian Development Outlook Supplement: Lockdown, Loosening and Asia’s Growth Prospect”. Selanjutnya secara berurutan adalah Prof. Alistair Milne dengan tema “Insuring the Next Pandemic”, Prof. Amine Tarazi yang membawakan materi tentang “On Regulatory Responses to Covid-19 and Bank Stability ”, Prof. Jon Williams dengan tema “Global Economy and Financial Sector Post Covid-19: Perspective from UK Banking”, lalu Prof. Robin Luo yang memaparkan materi “Fintech and Alternative Data Post Covid-19”. Tiga materi terakhir disampaikan oleh Prof. Mehmet Huseyin Bilgin dengan judul “The Global Economy After the Covid-19 Pandemic: A Changing World”, Dr. Zenu Sharma yang membahas “Impact of Covid-19 on Corporate Debt Structure: Cross Country Evidence” dan Dr. Irwan Trinugroho yang menyampaikan tema “Covid-19 and Financial Sector”.

Usai menyampaikan materi, peserta webinar berkesempatan untuk melakukan diskusi dengan narasumber melalui pertanyaan yang disampaikan secara tertulis melalui kolom komentar. Terdapat lebih dari 1.500 peserta bergabung dalam kegiatan tersebut, baik melalui Zoom Cloud Meeting, Live Streaming YouTube, dan Live Instragram. Antusiasme bisa dirasakan melalui banyaknya pertanyaan yang masuk dan seluruh narasumber mendapat pertanyaan dari peserta. HUMAS UNS

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan