banner 468x60

Mahasiswa KKN Universitas Boyolali Kelompok 19 Bantu Sukseskan Baksos Kesehatan di Desa Bandung Wonosegoro

 Kampus
banner 468x60
Mahasiswa KKN Universitas Boyolali Kelompok 19 Bantu Sukseskan Baksos Kesehatan di Desa Bandung Wonosegoro

Boyolali (Jaringan Arwira Media Group)- Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan di Dusun Brangkal, Desa Bandung, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, JawaTengah berlangsung meriah dan penuh antusiasme warga. Acara yang digelar pada Minggu (3/8/2025) ini menghadirkan layanan kesehatan lengkap yang sangat dibutuhkan masyarakat, mulai dari pemeriksaan medis hingga pembagian sayur segar.

Layanan Kesehatan Lengkap dan Gratis

Berbagai fasilitas kesehatan dihadirkan dalam kegiatan ini, di antaranya pemeriksaan dokter spesialis mata, dokter umum, konsultasi psikologi, cek tensi darah, cek gula darah, pemberian obat gratis, hingga layanan pijat bekam. Tak berhenti di situ, panitia juga membagikan sayur segar sebagai bentuk dorongan bagi warga agar membiasakan pola makan sehat.

Menurut World Health Organization (WHO), salah satu pilar primary health care adalah akses pelayanan kesehatan yang terjangkau dan promotif-preventif, bukan hanya kuratif. Model baksos kesehatan ini sejalan dengan prinsip tersebut, karena tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat.

Selain layanan medis, warga juga mendapatkan kupon berhadiah sebagai bentuk apresiasi. Kupon ini memotivasi masyarakat untuk mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan. Dengan demikian, kegiatan baksos tidak hanya bernilai kesehatan, tetapi juga mengandung unsur edukasi dan partisipasi sosial.

Mahasiswa Universitas Boyolali (UBY) Kelompok 19 berperan penting dalam menyukseskan kegiatan. Mereka terlibat mulai dari registrasi warga, pendampingan saat pemeriksaan, distribusi obat dan sayur, hingga teknis pembagian kupon. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa bukan sekadar peserta KKN, tetapi juga menjadi agent of change yang nyata bagi masyarakat.

Ketua KKN Desa Bandung Renda Hilmawan menegaskan bahwa kegiatan ini membuktikan semangat gotong royong mahasiswa dan masyarakat. “Kami senang bisa ikut serta membantu warga dalam acara baksos. Antusiasme masyarakat luar biasa, semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.

Anggota KKN, Afif Margi Lestari, menambahkan bahwa kegiatan ini membawa pengalaman berharga. “Saya melihat semangat warga sangat besar. Baksos ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga mempererat kebersamaan,” katanya.

Sementara itu, Mirzha Syahviyar menilai baksos merupakan media pembelajaran bersama. “Senang sekali warga bisa mendapat ilmu baru tentang kesehatan. Ini akan menjadi bekal untuk menjaga pola hidup lebih sehat,” ujarnya.

Warga Merasakan Manfaat Nyata

Kehadiran layanan kesehatan gratis ini memberikan dampak positif langsung. Salah seorang warga, Ibu Minah, menyampaikan rasa syukurnya.

“Dengan adanya cek kesehatan dan obat gratis seperti ini saya sangat terbantu. Apalagi ada pembagian sayur dan hadiah kupon, saya merasa sangat diperhatikan,” ucapnya penuh senyum.

Dalam perspektif Teori Kesehatan Masyarakat (Green & Kreuter, 1991), perubahan perilaku kesehatan dipengaruhi oleh tiga faktor: predisposing factors (pengetahuan, sikap), enabling factors (akses layanan), dan reinforcing factors (dukungan sosial). Kehadiran baksos ini menjawab ketiga faktor tersebut, sehingga berpotensi meningkatkan kesadaran kesehatan warga secara berkelanjutan.

Yang membuat kegiatan ini istimewa adalah kolaborasi lintas disiplin ilmu. Mahasiswa KKN UBY Kelompok 19 dibimbing oleh dua dosen pembimbing lapangan (DPL) – Dr. Adhiputro Pangarso, SH, MH dan Etty Sri Hertini, SP, M.Si – serta terdiri dari beragam program studi: Peternakan, Teknik Informatika, Ilmu Komunikasi, Manajemen, Akuntansi, hingga Ilmu Hukum.

Menurut Teori Kolaborasi Multidisipliner (Mattessich & Monsey, 1992), keberhasilan suatu program pemberdayaan masyarakat seringkali bergantung pada kerjasama lintas profesi. Setiap bidang ilmu memberikan kontribusi unik: mahasiswa komunikasi mendukung publikasi, mahasiswa hukum memberikan pemahaman regulasi, mahasiswa manajemen mengatur teknis acara, sementara mahasiswa peternakan dan akuntansi membantu pengelolaan sumber daya.

KKN di Desa Bandung berlangsung sejak 21 Juli hingga 21 Agustus 2025. Selama satu bulan penuh, mahasiswa hadir untuk memberikan solusi sederhana namun berdampak besar bagi masyarakat. Baksos kesehatan ini hanyalah salah satu contoh nyata kontribusi mereka.

Dalam kerangka Community Development Theory (Bhattacharyya, 2004), pembangunan masyarakat yang berkelanjutan membutuhkan solidarity (kebersamaan) dan agency (kemampuan bertindak). Baksos ini menghadirkan keduanya: solidaritas terlihat dari keterlibatan warga, sementara agency terwujud melalui inisiatif mahasiswa KKN.

Melalui kegiatan ini, Desa Bandung menunjukkan bahwa kolaborasi antara tenaga medis, perangkat desa, mahasiswa, dan masyarakat dapat menciptakan sinergi menuju desa yang lebih sehat dan sejahtera. Lebih dari sekadar acara, baksos ini menjadi simbol bahwa kesehatan adalah pondasi utama pembangunan desa.(**)

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan