Selasa, 01 Desember 2020

banner 468x60

BPIP, UGM, UIN Sunan Kalijaga Kerja Sama Pemajuan Toleransi, Kebinekaan dan Kebebasan Beragama di Indonesia

 Kampus
banner 468x60
BPIP, UGM, UIN Sunan Kalijaga Kerja Sama Pemajuan Toleransi, Kebinekaan dan Kebebasan Beragama di Indonesia

Yogyakarta(arwiranews.com) Untuk memajukan toleransi, kebinekaan, dan kebebasan beragama di Indonesia melalui pembinaan ideologi Pancasila, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada, UIN Sunan Kalijaga dan INFID (International NGO Forum on Indonesian Development). Melalui kerja sama ini diharapkan mampu memproduksi pengetahuan melalui riset dan kajian baik kualitatif dan kuantitatif untuk menghasilkan pengetahuan baik yang bersifat pengembangan pengetahuan (knowledge generation) dan penyelesaian masalah (problem solving). 

 

Kerja sama juga diharapkan mendukung penguatan kapasitas guru pendidikan agama Islam untuk memajukan pendidikan agama Islam yang toleran dan inklusif, memperkuat kapasitas dosen agama Islam di Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta untuk memajukan pendidikan agama Islam toleran dan inklusif.

 

Naskah kerja sama ditandatangani Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D, Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN.Eng dan Plt Rektor UIN Sunan Kalijaga, Dr. Phil. Sahiron, M.A di Balairung UGM, Sabtu sore (13/6). 

 

Yudian Wahyudi mengatakan di tengah krisis pandemi wabah Covid-19, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melalui Direktorat Hubungan Antar Lembaga dan Kerjasama, Kedeputian Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan selalu optimis dalam pelaksanaan dan pembumian Pancasila di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya penandatanganan Nota Kesepahaman antara BPIP dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan International NGO Forum on Indonesian Development (INFID).

 

“Penandatanganan ini merupakan upaya bersama keempat institusi untuk pemajuan toleransi, kebinekaan dan kebebasan beragama di Indonesia dan memanfaatkan, menyinergikan kemampuan serta sumber daya bersama di tengah pandemi Covid-19,” katanya.

 

Kerja sama ini juga mengatur soal penyelenggaraan forum tahunan toleransi untuk berbagi pengetahuan, memajukan kebijakan dan memperkuat jaringan kerja (peer learning, peer sharing). Selain itu, mengadakan pendampingan dan sosialisasi daerah toleran bagi jajaran Pemerintah Kota/Kabupaten dan berbagai elemen masyarakat sipil, pelaksanaan advokasi yang meliputi pencegahan, pendampingan dan monitoring dalam rangka pelaksanaan pembinaan ideologi Pancasila serta melakukan pengendalian dan evaluasi pembinaan ideologi Pancasila.

 

Kepala BPIP menyebut kesepakatan bersama ini berlaku 3 (tiga) tahun dan para pihak akan melakukan pengendalian dan evaluasi secara regular dan bertahap sehingga akan tercapai kesinambungan untuk dapat mangakselerasi pembumian Pancasila.

 

“Output dari ditandatanganinya nota kesepemahaman ini oleh semua pihak wajib ditindaklanjuti dengan pelaksanaan kegiatan konkret/implementasi,” pungkas Yudian.

 

Rektor UGM menyatakan Pancasila sebagai way of life bangsa Indonesia harus terus dikuatkan dan terus diinternalisasi pada masyarakat Indonesia. Dalam masa pandemi Covid-19 nampak nilai-nilai Pancasila terimplementasi secara nyata dalam berbagai kegiatan sosial yang bisa berjalan dengan baik.

 

“Bagaimana kita lihat gotong royong begitu terasa di kampung-kampung dan daerah-daerah untuk melindungi kampungnya atau daerahnya. Semua dilakukan prosedur yang baik di kampung-kampung. Tingginya gotong royong juga nampak pada banyaknya dana sosial yang terkumpul dari berbagai cara-cara pengumpulan dana sosial, dan dana yang terkumpul lalu diperbantukan pada mereka yang bterdampak Covid-19,” tuturnya.

 

Demikian juga para pemimpin agama dari agama apapun, Rektor menilai mereka telah menyerukan untuk secara baik dan tenang beribadah di rumah. Hal-hal seperti itu, menurutnya, contoh-contoh yang menunjukan nilai-nilai Pancasila tumbuh dalam diri masyarakat Indonesia.

 

“Meski begitu belum semua optimal atau amat baik dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila, masih ada sisi-sisi yang perlu dikuatkan dan diinternalisasi pada masyarakat, seperti apakah regulasi yang dibuat pemerintah pusat atau daerah telah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Atau apakah perusahaan-perusahaan swasta dalam menjalankan usahanya sudah menjalankan usaha-usaha dengan berpedoman pada panduan praktis sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Saya kira tentu masih banyak yang harus kita kuatkan dan internalisasikan pada masyarakat,” ucapnya.

 

Sementara itu, Plt Rektor UIN Sunan Kalijaga, Dr. Phil. Sahiron, M.A., berharap kerja sama yang telah ditandatangani dapat segera diimplementasikan. Ia sepakat untuk senantiasa mempertahankan Pancasila di tengah tantangan-tantangan yang terus dihadapi.

 

“Masih saja ada kelompok kelompok yang berkeinginan menggantikan ideologi bangsa dengan ideologi lain yang berdasarkan agama atau apapun,” ujarnya.(ugm.ac.id)

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan