banner 468x60

Menurut Dwi Suci Lestariana(EWRC Indonesia) : Promosi Kesehatan Berbasis HBM Adalah Ikhtiar Menjaga Amanah Kehidupan

 Kampus
banner 468x60
Menurut Dwi Suci Lestariana(EWRC Indonesia) : Promosi Kesehatan Berbasis HBM Adalah Ikhtiar Menjaga Amanah Kehidupan

Surakarta (Jaringan Arwira Media Group) – Di tengah tantangan kesehatan ibu dan anak yang masih menjadi pekerjaan rumah bangsa, kabar membanggakan datang dari dunia akademik. Septiana Juwita berhasil meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka Program Studi S3 Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat, minat utama Promosi Kesehatan, di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rabu (25/02/2026).

Momentum akademik tersebut bukan sekadar pencapaian gelar, melainkan wujud ikhtiar ilmiah dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat. Disertasi yang diangkat berjudul “Promosi Kesehatan Berbasis Health Belief Model pada Perilaku Pemenuhan Gizi Ibu Hamil sebagai Upaya Pencegahan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)” menjadi kontribusi nyata dalam menjaga kehidupan sejak awal pertumbuhan manusia di dalam kandungan.

Sidang promosi doktor dipimpin oleh Prof. Dr. rer. nat. Sajidan, M.Si., dengan Sekretaris Dr. Ir. Sapja Anantanyu, M.Si. Penguji lainnya adalah Prof. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr., M.Pd., dan Prof. Andari Wuri Astuti, S.SiT., MPH., Ph.D. Sementara itu, tim promotor terdiri atas Prof. Dr. Ir. Suwarto, M.Si. selaku Promotor, dengan Co-Promotor Dr. Ika Sumiyarsi Sukamto, S.SiT., M.Kes., dan Dr. Ir. Sugihardjo.

Penelitian ini dilatarbelakangi meningkatnya prevalensi bayi berat lahir rendah (BBLR) dalam beberapa tahun terakhir. Padahal dalam perspektif kemanusiaan dan nilai-nilai keagamaan, menjaga kehidupan merupakan amanah yang sangat mulia. Bayi dengan berat lahir rendah memiliki risiko jauh lebih besar mengalami komplikasi bahkan kematian. Karena itu, upaya pencegahan BBLR bukan hanya tugas medis, tetapi juga panggilan moral dan spiritual untuk menjaga generasi.

Dr. Septiana Juwita melihat bahwa pemenuhan gizi ibu hamil merupakan salah satu bentuk ikhtiar yang sangat strategis. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari rahim yang sehat dan bergizi lahir generasi yang kuat, cerdas, dan berdaya saing. Oleh karena itu, memperkuat perilaku pemenuhan gizi ibu hamil sejatinya adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Probolinggo, daerah yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan angka BBLR. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan telah menjalankan program promosi kesehatan berbasis Health Belief Model (HBM). Namun dalam praktiknya, masih terdapat berbagai tantangan, baik dari sisi persepsi ibu hamil, dukungan keluarga, maupun faktor sosial budaya.

Melalui pendekatan ilmiah yang komprehensif, Dr. Septiana mengembangkan program promosi kesehatan yang tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga menyentuh dimensi keyakinan, persepsi, dan motivasi. Dalam konsep HBM, perubahan perilaku dipengaruhi oleh persepsi kerentanan, persepsi manfaat, hambatan, efikasi diri, serta isyarat untuk bertindak.

Inovasi yang dihadirkan memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah kesehatan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Video edukasi tentang pemenuhan gizi ibu hamil diunggah melalui YouTube™, sementara pendampingan dilakukan melalui grup WhatsApp yang memungkinkan diskusi, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan. Pendekatan ini menghadirkan ruang komunikasi yang lebih personal, empatik, dan berkelanjutan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kerentanan dan manfaat menjadi faktor yang paling kuat memengaruhi perilaku pemenuhan gizi ibu hamil. Artinya, ketika seorang ibu menyadari risiko yang mungkin terjadi dan memahami manfaat dari tindakan yang dilakukan, maka ia lebih terdorong untuk berubah. Namun demikian, aspek efikasi diri dan hambatan masih memerlukan penguatan melalui pendekatan yang lebih kontekstual dan menyentuh hati.

Dalam perspektif religi, perubahan perilaku bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga kesadaran batin dan niat yang tulus. Edukasi kesehatan yang efektif adalah edukasi yang menghadirkan harapan, bukan ketakutan; membangun motivasi, bukan sekadar instruksi.

Direktur Eksekutif EWRC Indonesia, Dwi Suci Lestariana, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai bahwa gelar doktor yang diraih Dr. Septiana Juwita merupakan wujud dedikasi dan komitmen dalam mengembangkan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Keberhasilan ini bukan hanya prestasi akademik, tetapi juga amanah untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya,” ujarnya.

Kesan mendalam juga disampaikan oleh Ketua Angkatan, Wahjoe Mawardiningsih. Ia menggambarkan Dr. Septiana Juwita sebagai sosok tangguh, gigih, bijaksana, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang menenangkan.

“Ibu Dr. Septiana Juwita adalah pribadi yang tangguh, motivator, cerdas, dan suka menolong. Selama studi bersama, beliau tidak pernah membedakan teman. Kami merasa nyaman dipimpin beliau sebagai ketua kelas. Kepribadian beliau menjadi panutan bagi kami,” ungkapnya.

Wahjoe juga menyampaikan harapan agar capaian akademik ini menjadi awal langkah yang lebih luas dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ibu Dr. Septiana Juwita, S.SiT., MPH, tetaplah melangkah maju mewujudkan impian-impian indah yang belum tercapai. Semoga setiap langkah menjadi kebaikan dan membawa keberkahan,” pesannya.

Dengan diraihnya gelar doktor ini, diharapkan gagasan dan model promosi kesehatan berbasis HBM yang dikembangkan dapat diimplementasikan secara lebih luas. Upaya menjaga gizi ibu hamil bukan hanya program kesehatan, tetapi bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kehidupan, merawat generasi, dan menunaikan amanah kemanusiaan.

Sebab pada akhirnya, ilmu yang paling mulia adalah ilmu yang menghadirkan manfaat. Dan kesehatan ibu serta keselamatan bayi adalah bagian dari ikhtiar menjaga kehidupan yang menjadi nilai luhur dalam setiap ajaran kebaikan.(**)

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan