banner 468x60

Eko Wiratno & Dwi Suci Lestariana: “Muhammadiyah Jogja Expo Adalah Ruang Kolaborasi Masa Depan”

 Ekonomi
banner 468x60
Eko Wiratno & Dwi Suci Lestariana: “Muhammadiyah Jogja Expo Adalah Ruang Kolaborasi Masa Depan”

YOGYAKARTA(Jaringan Arwira Media Group)-  Jogja Expo Center (JEC) Bantul kembali dipenuhi semangat pemberdayaan dan kolaborasi pada 12–14 September 2025. Selama tiga hari, ribuan pengunjung dari berbagai penjuru Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga luar daerah tumpah ruah menghadiri Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) ke-4. Ajang tahunan ini telah menjelma menjadi salah satu agenda penting bagi Muhammadiyah dan masyarakat luas.

MJE 2025 tidak sekadar pameran dagang. Ia menjadi arena silaturahmi, panggung kolaborasi ekonomi, ruang pertemuan antar-generasi, serta momentum dakwah dalam balutan suasana kekeluargaan. Tema yang diusung, “Transformasi UMKM untuk Kemakmuran dan Kemajuan Bangsa,” seakan menegaskan misi Muhammadiyah untuk hadir dalam membangun kemandirian ekonomi umat.

Target 50 ribu pengunjung selama penyelenggaraan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan cermin optimisme bahwa perekonomian berbasis kerakyatan bisa tumbuh pesat jika diberi dukungan dan panggung yang tepa

Deretan stan UMKM menjadi daya tarik utama. Mulai dari kuliner khas Jogja, fesyen lokal, kerajinan tangan, hingga inovasi teknologi ditampilkan di sini. Para pengunjung bebas mencicipi makanan, membeli produk fesyen, hingga mencoba teknologi baru karya anak bangsa.

Meskipun biaya sewa stan berkisar antara Rp4,5 juta hingga Rp30 juta, antusiasme peserta tetap tinggi. Banyak yang memandang expo ini sebagai investasi jangka panjang. “Kami datang bukan hanya untuk jualan, tapi juga untuk membangun jaringan. Expo ini seperti pintu gerbang untuk bertemu calon mitra bisnis, pelanggan, bahkan investor,” kata salah satu pelaku UMKM yang ikut berpartisipasi.

MJE 2025 menghadirkan konsep yang lebih segar dan variatif dibandingkan tahun sebelumnya. Di sela-sela pameran, ada banyak kegiatan pendukung yang bersifat edukatif dan menghibur:

  • Senam Sehat – setiap pagi pengunjung diajak mengikuti senam massal yang dipandu instruktur profesional.

  • GowesMu – gowes santai bersepeda mengelilingi kota Jogja, diikuti ratusan peserta dari komunitas sepeda dan keluarga Muhammadiyah.

  • Talkshow Inspiratif – menghadirkan tokoh-tokoh nasional, akademisi, dan praktisi bisnis yang membagikan pengalaman mereka membangun kemandirian ekonomi.

  • Festival Seni dan Budaya Aisyiyah – menampilkan tari tradisional, paduan suara, hingga musik hadrah yang memukau.

  • Lomba Melukis Anak – puluhan anak TK dan SD se-DIY ikut berkreasi, memperlihatkan dunia anak yang ceria dan penuh warna.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadikan MJE bukan hanya tempat transaksi ekonomi, tetapi juga wahana rekreasi, edukasi, dan inspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kehadiran Tokoh: Eko Wiratno dan Dwi Suci Lestariana

Salah satu momen penting tahun ini adalah hadirnya Eko Wiratno, pendiri EWRC Indonesia, dan Dwi Suci Lestariana, Direktur Arwira Foundation. Kehadiran mereka memberi warna tersendiri pada MJE 2025.

Dalam sesi wawancara eksklusif dengan Jaringan Arwira Media Group, Eko Wiratno mengungkapkan rasa bangganya bisa hadir.

“Saya merasa bahagia melihat geliat ekonomi umat yang begitu luar biasa di sini. Muhammadiyah Jogja Expo bukan hanya ajang pameran, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi berbasis nilai-nilai keadilan dan keberkahan. EWRC Indonesia sejak awal berdiri berkomitmen mendukung pemberdayaan UMKM dan pendidikan wirausaha. Melihat antusiasme peserta hari ini, saya semakin yakin bahwa kemandirian ekonomi bukan hanya mimpi,” ungkap Eko dengan senyum optimistis.

Sementara itu, Dwi Suci Lestariana menambahkan bahwa Arwira Foundation melihat acara seperti ini sebagai media penting untuk mendorong lahirnya wirausahawan baru.

“Kita tidak bisa hanya bicara teori pemberdayaan tanpa memberi ruang nyata. Expo seperti ini memberi kesempatan langsung bagi pelaku usaha kecil untuk tampil. Saya melihat banyak produk lokal berkualitas yang bisa bersaing di pasar nasional, bahkan internasional. Tugas kita adalah memperkuat ekosistemnya,” tegas Dwi.

DIREKTUR ARWIRA FOUNDATION BERSAMA PESERTA DARI KOKAP, KULONPROGO

Keduanya juga sempat berdiskusi dengan para pelaku UMKM yang hadir, memberikan motivasi, dan mendengarkan langsung aspirasi mereka. Banyak pengunjung yang memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto bersama kedua tokoh ini.

Sebagai puncak acara, tabligh akbar menghadirkan ulama dan tokoh Muhammadiyah yang menekankan pentingnya menghubungkan usaha ekonomi dengan nilai-nilai spiritual.

“Bisnis yang berkah bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga memberi manfaat bagi orang lain. Muhammadiyah Jogja Expo mengingatkan kita semua bahwa berdagang adalah bagian dari ibadah,” ujar salah satu mubaligh dalam tabligh akbar tersebut.

Momen ini membuat suasana JEC terasa khidmat. Para pengunjung larut dalam doa bersama, seakan menemukan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat.

Expo ini bukan hanya milik pengusaha, tetapi juga milik keluarga, mahasiswa, dan anak-anak. Banyak orang tua membawa anak-anak mereka untuk belajar tentang nilai kerja keras dan kreativitas.

Bagi generasi muda, MJE adalah laboratorium nyata untuk melihat bagaimana ide bisa diwujudkan menjadi produk dan bisnis. Ada yang datang untuk mencari inspirasi, ada pula mahasiswa yang memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan riset lapangan.

“Ini pengalaman berharga. Saya jadi termotivasi untuk memulai bisnis kecil-kecilan di kampus,” kata Rizky, mahasiswa salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang hadir bersama teman-temannya.

Harapan untuk Masa Depan

Kemeriahan MJE 2025 menegaskan bahwa kolaborasi antara organisasi masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha bisa menciptakan dampak nyata. Kehadiran tokoh-tokoh inspiratif seperti Eko Wiratno dan Dwi Suci Lestariana memperkuat pesan bahwa pemberdayaan ekonomi harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami berharap MJE ke depan bisa lebih besar, lebih inklusif, dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil dari pelosok,” tutup Eko Wiratno dalam wawancara.

Dwi Suci Lestariana menambahkan,

“Arwira Foundation siap bersinergi untuk mendampingi. Kita harus bergerak bersama jika ingin melihat UMKM menjadi tulang punggung ekonomi bangsa.”

Di tengah riuhnya pengunjung dan meriahnya panggung hiburan, terasa jelas satu pesan utama: Muhammadiyah Jogja Expo 2025 bukan sekadar ajang belanja, melainkan pesta kolaborasi umat, pengikat silaturahmi, dan penegas optimisme masa depan ekonomi Indonesia.(**)

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan