banner 468x60

TEKAN KASUS DBD DI KLATEN, GERAKAN 3M PLUS HARUS DIGIATKAN

 Regional
banner 468x60
TEKAN KASUS DBD DI KLATEN, GERAKAN 3M PLUS HARUS DIGIATKAN

 

Klaten(arwiranews.com) Ditengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Klaten cukup tinggi. Pada pekan ke 26 saja sudah mencapai 302 kasus dan 7 diantaranya meninggal dunia.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten dr. Anggit Budiarto, mewanti-wanti masyarakat agar turut mewaspadai penyakit DBD.

“Minggu ke 26 sudah 302 kasus, masih berpotensi untuk naik. Sehingga, selain menerapakan protokol kesehatan Covid-19, masyarakat agar turut menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyakit DBD. Itu harusnya keduanya bisa berjalan, termasuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat membersihkan lingkungan” jelas Anggit Budiarto saat ditemui di kantornya, Rabu (8/7/20).

Dokter Anggit menyebutkan bahwa upaya pencegahan penyakit DBD caranya cukup mudah dan sederhana. Dengan konsisten menerapkan 3M plus yaitu pertama, menguras dan menyikat tempat-tempat yang menjadi penampungan air seperti bak mandi dan sebagainya, kedua menutup tempat penampungan air, ketiga, memanfaatkan atau mendaur ulang barang-barang bekas sehingga tidak berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Anggit menambahkan, selain dengan menerapkan hal tersebut, menjaga daya tahan atau imunitas diperlukan dengan cara konsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, serta melakukan aktivitas fisik yang cukup.

Imbuhnya, lingkungan sekitar rumah agar turut diperhatikan. Berbagai tindakan mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk seperti rajin membersihkan lingkungan, memakai obat anti nyamuk, rutin memeriksa tempat penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk dan sebagainya dapat dilakukan.

Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Klaten, Wahyuning Nugraheni, menegaskan bahwa upaya membasmi jentik nyamuk merupakan salah satu cara yang dinilai cukup efektif untuk mencegah kasus DBD.

“Kuncinya ada di masyarakat, untuk membasmi jentik nyamuk agar dilakukan secara rutin maksimal 7 hari sekali. Karena siklus dari telur hingga menjadi nyamuk sekitar 10 hari. Maka upaya membasmi jentik ini agar digiatkan” terang Wahyuning

Dijelaskannya, sampai pekan ke-26 di tahun 2020, kasus DBD di Kabupaten Klaten sebanyak 302 kasus. Bila dibandingkan dengan kasus DBD selama satu tahun di 2019 yang sejumlah 320 kasus, tahun ini kasus terbilang cukup tinggi. Terlebih dengan adanya 7 kasus meninggal dari berbagai daerah seperti Klaten Tengah, Ngawen, Kalikotes, Karangnongko, Kayumas, dan Trucuk. Dengan kasus kematian terakhir pada Mingu ke 24 di Kecamatan Karangnongko.

Penulis Diskominfo Klaten

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan