banner 468x60

Memotivasi Mahasiswa Untuk Menulis

 Opini
banner 468x60
Memotivasi Mahasiswa Untuk Menulis

 

 

Banyak mahasiswa yang saya ajar maupun beberapa kolega saya yang bertanya mengenai cara menulis di media massa. “Pak Agung caranya menulis itu gimana sih ? Kok tulisan Pak Agung dan fotonya mejeng terus di media cetak? Bagi dong rahasianya? saya kepingin lho pak?” itu beberapa pertanyaan ke saya dan mereka meminta saya berbagi trik trik menulis sampai dengan bisa diterbitkan.

 

Karena itu, selanjutnya saya  ceritakan ke mereka, “menulis itu asyik lho …. ! Gampang-gampang susah, berarti gampangnya lebih banyak daripada susahnya. Bisa juga susah-susah gampang berarti susahnya lebih banyak daripada gampangnya”. Artinya bahwa,  kalau suasana hati lagi  mood ya lancar-lancar saja itu tulisan. Tapi kalau lagi nggak mood, senewen alias kalut ini pikiran, secuilpun tulisan tidak keluar. Apa yang kita pikirkan tidak ada yang nyantel untuk ditulis. Karena itu, menulis itu harus enjoy aja, santai saja and so what gitu loh…!.

 

Jika kamu punya semangat untuk menulis, walaupun punya masalah segudang alias sedang menghadapi masalah yang serius, maka sebaiknya tulis aja itu masalah yang sedang kamu hadapi dan ada di benak yang menjadi pikiran.

 

Begitu kamu tulis itu uneg-uneg, maka akan terus melaju untaian-untaian kata mutiara yang saling berurutan tentang masalah yang sedang kamu pikirkan. Siapkan saja buku diary atau buku harian, curahkan dan tulis saja uneg-uneg atau apa-apa yang ada dan sedang kamu pikirkan itu.

 

Kemudian  cobalah kamu kupas atau analisis permasalahan yang sedang kamu alami,  kemudian cari sebab dan akibat yang berkaitan dengan masalahmu. Pada gilirannya pasti kamu akan temukan inti masalah (akar permasalahan). Dengan mengerti akar masalah dari berbagai masalah yang saling berkaitan, maka dapat dibuat pohon masalah (negatif). Selanjutnya pohon masalah (sesuatu yang negatif) tersebut rubahlah menjadi pohon tujuan (sesuatu yang positif), pada gilirannya kamu akan temukan solusi dari apa yang kamu pikirkan.

 

Menulis itu memang perlu latihan, harus selalu mencoba dan mencoba.

 

Kiat untuk dapat menulis, ya sering-seringlah membaca, sehingga akan memperbanyak perbendaharaan kata, cara pemikiran, cara pandang, cara pengungkapan dan pemahaman materi, semakin tajam pisau analisis,  penarikan kesimpulan, dan ungkapan solusi.

 

Disamping itu, pelajari narasi suatu naskah/artikel yang dimuat di berbagi media.  Antara media cetak / Surat kabar yang satu dengan yang lain itu mempunyai format dan gaya bahasa yang berbeda untuk sebuah tulisan naskah/artikel.

 

Ada media cetak / surat kabar yang dalam pengungkapan materi naskah/artikelnya, lebih suka dengan gaya bahasa berbentuk cerita. Sedangkan surat kabar yang lain lebih suka naskah/artikel yang mepunyai gaya bahasa ilmiah. Jadi  gaya tulisan yang seperti apa yang cocok untuk dimuat pada salah satu media cetak, saya pikir terletak pada gaya bahasa pengungkapan materi, yang tampaknya memang perlu dipelajari.

 

Dan yang perlu diperhatikan bagi penulis pemula, tulislah naskah/artikelmu dengan tema yang aktual atau yang sedang trend dibicarakan pada saat kini.  Memang tidak mudah bagi para penulis pemula. Yang pasti jangan cepat-cepat patah arang alias patah semangat  jika tulisanmu tidak diterbitkan alias tidak pernah terbit.

 

Cobalah terus dan pantang mundur, perbaiki dan koreksi terus gaya bahasa tulisan naskah/artikelmu. Tulislah naskah/artikelmu dengan konsep yang mengandung 5 w + 1 H (what, why, where, when, who, How). Jika pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab pada tulisan yang kamu buat, so pasti tulisanmu sudah lengkap. 

 

Redaksi suatu saat pasti akan mempertimbangkan penulis yang sudah terus-terusan nulis tapi tulisannya tidak pernah terbit. Salah satu pertimbangannya adalah “tidak pernah diterbitkan kok nulis terus, apa gak capek?”, nah lama-kelamaan pasti redaksi akan memberikan kesempatan naskah/artikelmu untuk bisa terbit dan mejeng.

 

Begitu tulisanmu sudah munncul alias terbit, so pasti you akan bilang “Aduh bahagianya tulisanku dimuat”, terus berpikiran lagi “pasti tulisanku banyak dibaca orang nih ?”, nah itu kan yang kamu harapakan? 

 

Kalau sekali sudah sempat mejeng, hal itu pasti akan memberi motivasi kamu untuk selalu menulis.

 

Karena itu janganlah berhenti menulis, jika belum sempat mejeng. Tapi kalau sudah mejeng, menulislah terus  dan jangan pernah berhenti. Pada gilirannya pasti menulis akan menjadi hobi baru bagimu.

 

Penulis : Dr. Ir. Mohammad Agung Ridlo, MT, Dosen PLANOLOGI – Fakultas Teknik – Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang.

 

 

banner 468x60

Author: 

Related Posts

2 Responses

  1. Agung23/05/2020 at 02:35Reply

    Foto penulis kok jadi hilang ya?

    • Author

      admin23/05/2020 at 23:45Reply

      Tidak Pak. Mungkin waktu Buka, Sinyal kurang bagus jd hilang. Klo sinyal bagus ada Pak. TTD Admin.

Tinggalkan Balasan