banner 468x60

Muhamad Ekhsan : Disruption Mengubah Strategy Talent Management.

 Opini
banner 468x60
Muhamad Ekhsan : Disruption Mengubah Strategy Talent Management.

 

Berbagai tulisan dan hasil seminar mengerucut pada perlunya modifikasi dalam talent management khususnya di dunia organisasi, termasuk saat anda berdiskusi mengenai sebuah masalah, baik dalam ranah group whatsapp, media sosial, perbincangan anda di lounge, café, ruang kuliah atau rapat kerja, maka unsur SDM menjadi bagian penting dari diskusi tersebut. Tahukan kenapa? Jawaban singkatnya adalah karena organisasi yang sehat dan produktif adalah organisasi yang terdiri dari personal dengan agile performance dan sangat adaptive dengan perkembangan zaman serta merespon kebutuhan dari customer dimasa yang akan datang.

Dengan tantangan itu, maka diperlukan tim organisasi yang mencetak SDM bertalenta yang tidak hanya siap dalam beradaptasi namun begitu responsif dan proactive terhadap disrupsi organisasi yang sedang berlangsung. Sikap dan implementasi proactive dari karyawan menjadi pekerjaan berat bagi tim talent management dalam suatu organisasi, bentuk kongkrit dari kesulitan tersebut yaitu bertitik pada usaha dalam mempertahankan dan mengembangkan talent management dengan mengedepankan adaptivitas dan inovasi sehingga terukurnya hasil dari produktivitas dari karyawan yang bertalenta dalam hal ini justru menjadi sutradara dalam persaingan bisnis. Dengan situasi turbulensi yang menuntut perubahan yang sangat cepat dapat dengan mudah direspon positif oleh para karyawan bertalenta yang pada akhirnya akan memberikan gairah kerja pada setiap GEN SDM di lingkungan organisasi.

Dari paparan diatas, pastinya anda dapat menggambarkan bahwa persaingan yang sesungguhnya bukan dari sebuah hasil produk, jasa atau pasar, namun persaingan peran dan buah pikir siapa dibalik semua itu (not in the market, but in the brain and mindset). Ketika kita sudah mengetahui siapakah karyawan yang bertalenta dibalik semua itu, maka timbulah talent war di dunia bisnis untuk bajak membajak aset SDM tersebut. Talent war merupakan sebuah hal yang menjadi lumrah di era disrupsi, perusahaan berlomba dalam mengalahkan pesaing mereka dengan memperoleh talent terbaik yang ada dipasar tenaga kerja dan ini menjadi isu prioritas yang membuat para top management harus mengalokasikan perhatian mereka dalam memenangkan talent war tersebut.

Hal lain yang dapat dipelajari dari pentingnya peran SDM yang bertalenta dapat kita lihat dari sejarah employee management oleh Tomas Alfa Edison pasca laboratoriumnya tebakar, saat  semua aset nya hangus yang tersedia adalah “mindset” Thomas Alfa Edison yang ditularkan pada para karyawan yang bertalenta, Thomas kali itu melakukan pinjaman demi membangun kembali roda organisasi dan mempertahankan aset penting lain yaitu karyawan yang bertalenta, dimana mereka diberikan kepercayaan dan kesempatan untuk mengekspresikan apa yang menjadi  talenta mereka dan keputusan tepatnya itu berbuah hasil dimana para karyawan yang bertalenta menjadi lebih loyal dan mampu menunjukkan keberhasilan hingga akhirnya project penciptaan lampu pijar dapat dinikmati oleh dunia.

Disrupsi tentunya berdampak pada stabilitas organisasi dan bisnis, banyak orang  mengenalnya dengan istilah VUCA, yaitu volatile dapat diartikan sebagai suatu hal yang mudah menguap, berubah dan blow up. Uncertainty artinya ketidakpastian, menunjukan suatu situasi dimana kita akan sulit memprediksi akurasi kebutuhan, system yang akan terjadi di masa mendatang. Lalu Complexity yang artinya adalah gambarkan situasi yang semakin complex karena permintaan pasar serta  tantangan yang silih berganti dari berbagai factor. Dan terakhir adalah ambiguity, ini memiliki arti tidak memiliki kejelasan.

Dengan adanya disrupsi ini maka akan berdampak pula pada talent management di sebuah organisasi, beberapa hal yang harus dilakukan adalah terus adaptif dan inovasi, selain itu lihat kembali sejarah dari Tomas alfa edison dalam melakukan employee management, tentunya anda dapat menemukan hal lain perlu diaplikasikan yaitu: perlakukan karyawan yang bertalenta sebagai aset, beri kepercayaan dan kesempatan serta tak kalah penting bagi anda yang memiliki karyawan  generasi Z adalah menjadikan mereka partner kerja  dan menerapkan determination management (kebebasan yang bertanggung jawab).

 

Penulis : Muhamad Ekhsan, Dosen Universitas Pelita Bangsa.

Mahasiswa Doktoral Ilmu Manajemen Universitas Brawijaya Kampus Jakarta

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan