banner 468x60

Eko Wiratno(Pendiri EWRC) : Siapa yang Pas Pimpin Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru?

 Nasional
banner 468x60
Eko Wiratno(Pendiri EWRC) : Siapa yang Pas Pimpin Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru?

Surakarta(arwiranews.com) Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur telah dipilih Presiden Joko Widodo untuk menjadi ibu kota negara baru. Salah satu alasan risiko terkena dampak bencana alam sangat kecil. Setelah Penajam Paser Utara dan Kutai ditunjuk, mantan Wali Kota Solo tersebut kini tengah mencari sejumlah kandidat yang akan didapuk sebagai Kepala Otorita di ibu kota tersebut.

Sejumlah nama beredar. Ada Basuki Tjahaja Purnama, Azwar Anas, Tumiyana, Bambang Permadi Soemantri.

Ahok

Ahok kini menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina, namanya masuk dalam bursa calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota baru. Menurut saya nama Ahok bukan lagi sesuatu yang mengherankan, Karena Ahok pernah menjadi gubernur, punya track record dalam mengelola ibu kota, Ahok juga kompeten. Ada prestasi yang pernah ditorehkan Ahok untuk Jakarta. Salah satunya sukses membangun ketahanan kota, dimana Jakarta pernah menjadi salah satu finalis dari kota-kota dunia yang diajak bergabung dalam jaringan 100 Resilent Cities atau 100 RC. 100 RC merupakan sebuah program yang dipelopori The Rockefeller Foundation yang bercita-cita membantu kota di seluruh dunia dalam meningkatkan ketahanan untuk menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan fisik.

Azwar Anas

Azwar Anas bupati berprestasi di Indonesia. Banyuwangi, daerah di ujung timur Pulau Jawa yang jauh dari pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan dulu dikenal dengan persepsi minor, kini bertransformasi mencapai kemajuan-kemajuan terukur. Berdasarkan data BPS, kemiskinan Banyuwangi berhasil diturunkan ke level 7 persen dari sebelumnya selalu di atas dua digit. Pendapatan per kapita masyarakat juga melonjak jadi hampir Rp49 juta per orang per tahun, dari sebelumnya di kisaran Rp20 juta.

 

Tumiyana

Ir Tumiyana,MBA  pria kelahiran Klaten,10 Februari 1965 ini juga menjadi salah satu kandidat untuk menempati posisi sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Baru. Bicara pendidikan, pria yang kini berusia 55 tahun tersebut menyelesaikan pendidikannya di Universitas Borobudur dan Jakarta Institute of Management Studies masing-masing pada tahun 1994 dan 1997. Tumiyana di jabatan terakhir sebagai Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Pada 2008 hingga 2016, dia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT PP (Persero) Tbk dan Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk pada 2016-2018.

 

Bambang Brodjonegoro

Dalam Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin, Bambang menempati posisi Menristek dan Badan Riset. Sebelumnya posisi penting di pemerintahan pernah dia tempati. Bambang pernah pula menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia. Sebelumnya, dia juga menduduki posisi Menteri Keuangan Republik Indonesia pada Kabinet Kerja dan Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Dia menyelesaikan pendidikan formal tingkat Strata 1 di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia tahun 1990. Konsentrasi bidang studi yang ditekuni adalah Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Regional. Banyak kebijakan stategis yang berada di bawah kewenangannya. Saat menjabat sebagai Menteri Keuangan, Bambang mengolkan kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak. Saat menjabat sebagai Menteri PPN ia menggawangi rencana pemindahan ibu kota.

 

Eko Wiratno Research and Consulting (disingkat EWRC) merupakan lembaga riset dan konsultansi yang berakar kuat pada tradisi survei opini publik di Indonesia. Melalui pendekatan konsultansi yang berbasis riset, EWRC membantu memenangkan kompetisi politik, baik di legislatif maupun eksekutif, memperbaiki kinerja kebijakan dan program pemerintah, serta membantu perusahaan swasta memenangkan persaingan bisnis secara sehat.

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan