banner 468x60

UNS Solo berhasil Ciptakan Ventilator Untuk Pasien Covid 19.

 Kampus
banner 468x60
UNS Solo berhasil Ciptakan Ventilator Untuk Pasien Covid 19.

Surakarta(arwiranews.com) Tim peneliti dari Laboratorium Optik dan Fotonika Program Studi fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) berhasil menciptakan ventilator yang didesain khusus untuk pasien Covid-19.

Ketua Tim Ahmad Marzuki mengatakan ventilator versi UNS itu didesain untuk meminimalkan peluang tercampurnya kembali udara kotor yang dikeluarkan dari paru-paru pasien dengan udara bersih yang akan dimasukkan ke paru-paru pasien.

Ventilator itu juga dilengkapi sistem kontrol yang memungkinkan operator dapat mengatur kerja ventilator sesuai keadaan pasien. Meliputi volume tidal, laju pernafasan, kadar O2, dan sebagainya.

“Hal ini yang¬† menjadi kelebihan ventilator buatan FMIPA UNS dibanding ventilator lainnya,” katanya di Kota Surakarta, Minggu (26/4).

Menurut Ahmad Marzuki, pengembangan ventilator sangat diperlukan untuk mengantisipasi dampak buruk covid-19 seperti yang telah terjadi di beberapa negara di Eropa dan Amerika Serikat (AS) terutama terkait dengan kurangnya ventilator untuk pasien covid-19.

Di Italia dan AS, covid-19 menular sangat cepat. Laju pertambahan warga terinfeksi covid-19 ini jauh di atas laju pertambahan pasien yang yang sembuh.

Akibatnya, rumah sakit kewalahan. Jumlah kamar perawatan yang tersedia tidak mencukupi. Hal lain adalah rumah sakit kekurangan ventilator yaitu alat bantu pernafasan yang sangat dibutuhkan oleh pasien akut terpapar covid-19.

Indonesia dengan tingkat kepadatan serta mobilitas penduduk yang tinggi, memiliki risiko terjadinya penularan covid-19 secara cepat. Terdorong oleh keinginan membantu sesama, sejak awal Maret lalu, dia dan timnya bekerja keras menciptakan ventilator yang sesuai dengan kebutuhan pasien covid-19.

“Kami berinisiatif membuat alat ventilator supaya jika sewaktu-waktu negara kita dalam keadaan sangat membutuhkan ventilator dalam jumlah besar seperti yang terjadi di Italia dan AS, kita siap membantu. Namun, kita berdoa semoga kita tidak sampai ada pada kondisi yang demikian,” imbuh Ahmad Marzuki.

Untuk pengembangan lebih lanjut, Tim Prodi Fisika FMIPA UNS telah melakukan konsultasi ke Rumah Sakit UNS. Terutama terkait fungsi dan spesifikasi alat agar sesuai standar medis dan memperoleh sertifikasi SNI. (Sumber: Media Indonesia)

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan