banner 468x60

Tantangan PJJ di Universitas Widya Mataram Yogyakarta

 Kampus
banner 468x60
Tantangan PJJ di Universitas Widya Mataram Yogyakarta

Yogyakarta(arwiranews.com) Kuliah dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kini menjadi suatu aktivitas menarik karena dapat menghubungkan kembali keterpisahan atau jarak antara mahasiswa dengan dosen. Sistem pembelajaran e-learning yang digunakan memberikan pengalaman belajar yang fleksibel dengan dukungan kecanggihan sebuah teknologi.

Perkuliahan yang dilakukan sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19 itu memberikan pengalaman tersendiri bagi Ismar A. Sangaji, mahasiswa Program Studi (Prodi) Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Universitas Widya Mataram (UWM). Bagi Ismar, tantangan PJJ yang paling pokok adalah melawan rasa malas.

“Mahasiswa yang menempuh kuliah melalui PJJ memiliki keluwesan dalam belajar. Pun demikian, jika tidak diantisipasi dengan semangat juang yang tinggi, keluwesan akan berubah menjadi kemalasan,” tutur Ismar, Kamis (23/4/2020).

Menurut mahasiswa semester akhir itu, mahasiswa mendapatkan beberapa aspek positif seperti penghematan biaya transportasi, perkuliahan bisa kapan dan dimana saja dengan dukungan koneksi internet, merasa lebih bebas untuk melakukan tanya jawab, dan dapat mereview materi dengan mudah. Di samping itu, mahasiswa juga akan terlatih bertanggungjawab dengan tertib mengikuti kuliah.

Senada dengan pengalaman tersebut, Aninda Nur Asyifa, mahasiswa Prodi Sosiologi menceritakan PJJ menjadi menarik karena dapat memunculkan berbagai ide kreatif. Di tengah kejenuhan kuliah, dirinya dapat berselancar di dunia maya untuk mencari hal-hal yang menginspirasi dan menambah pemahaman pada materi perkuliahan.

“Banyak pula konten yang memuat tips-tips mengerjakan tugas, mencari website jurnal gratis dan lain sebagainya. Dengan melihat testimoni dari sebagian besar mahasiswa, hal itu membuat saya tidak sendirian dalam menghadapi promblematika di masa pandemi ini,” papar Aninda.

Sementara menurut Tommy Satriadi Nur Arifin, S.I.Kom., M.A., sebagai dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIPOL UWM, PJJ merupakan keniscayaan perkembangan zaman yang dipengaruhi oleh teknologi, khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi. Perkembangan teknologi tentu memiliki potensi luar biasa untuk mengembangkan diri melalui pembelajaran yang tidak lagi bergantung pada ruang dan waktu. Rasa malas yang seringkali ada dalam diri pembelajar sudah saatnya dihadapi dengan metode belajar dengan penuh kreativitas dan interaktif. Belajar tidak lagi terbatas pada referensi yang dimiliki secara fisik, namun memperkaya dengan informasi-informasi yang diakses dalam dunia maya, baik secara keilmuan, maupun praktik sosial di tengah masyarakat.

Sumber: http://new.widyamataram.ac.id

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan