Jumat, 25 September 2020

banner 468x60

Rektor UNS: Perguruan Tinggi di Indonesia Perlu International Scientists Collaboration

 Kampus
banner 468x60
Rektor UNS: Perguruan Tinggi di Indonesia Perlu International Scientists Collaboration

Surakarta(arwiranews.com)  Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Jamal Wiwoho, mendorong perguruan tinggi di Indonesia meningkatkan kerja sama dalam bidang International Scientist Collaboration. Hal tersebut disampaikan Prof. Jamal dalam Web Talk International Scientists Collaboration: Implement P2P (People-2-People) Relationship, Senin (15/6/2020) pagi.

Prof. Jamal mengatakan International Scientists Collaboration dapat membantu peningkatan Indeks Inovasi Nasional. Sebab, bila dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN, Indeks Inovasi Indonesia terhitung masih rendah.

“Perguruan tinggi di Indonesia sangat membutuhkan International Scientists Collaboration supaya bisa menghasilkan riset yang bisa disandingkan dengan perguruan tinggi luar negeri,” ujar Prof. Jamal.

Sebagai Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Prof. Jamal menyebut empat prinsip kerja sama internasional yang harus diperhatikan perguruan tinggi di Indonesia. Pertama adalah hubungan saling kenal antarpeneliti melalui komunitas dalam perguruan tinggi. Kedua, memiliki kemampuan dan fasilitas yang setara sehingga mempermudah mencocokkan program. Ketiga, pembentukan aliansi antarperguruan tinggi Indonesia dengan perguruan tinggi luar negeri dalam bentuk konsorsium untuk implementasi kolaborasi. Keempat, mutual understanding terutama dalam pendanaan kolaborasi dan pemanfaatan sponsorship.

Dalam Web Talk lintas negara yang digelar secara daring melalui Zoom Cloud Meeting, Prof. Jamal menerangkan bila kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri merupakan bentuk implementasi ‘Kampus Merdeka’ yang telah dicanangkan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

“Bentuk kolaborasi bisa dengan student exchange, summer course (short visit), KKN bersama, penyelenggaraan joint/ double degree, joint supervisor untuk mahasiswa S2/ S3, joint autorship untuk artikel, joint research, guest lecturer, dan sabbatical leave,” terang Prof. Jamal.

Di hadapan peserta Web Talk, Prof. Jamal juga menyampaikan sejumlah harapannya mewakili MRPTNI dalam hubungan bilateral Indonesia-Amerika Serikat (AS) pada bidang pendidikan dan penelitian.

“Mengintensifkan dan meningkatkan jumlah kerja sama perguruan tinggi dengan USA melalui endorsement Atase Pendidikan KBRI Washington DC dengan melibatkan para profesor dan ilmuwan Indonesia internasional di PTN sebagai bentuk kegiatan visiting lecturer vise versa,” ucap Prof. Jamal.

Harapan lain yang disampaikan Prof. Jamal adalah peningkatan jumlah beasiswa bagi mahasiswa Indonesia di AS, peningkatan join publikasi perguruan tinggi Indonesia-AS, dan student exchange dua arah dengan meningkatkan jumlah mahasiswa AS yang menempuh studi di Indonesia.

Web Talk ini terselenggara berkat kerja sama antara Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC, MRPTNI, KBRI Washington DC, dan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional. Selain Prof. Jamal, turut hadir pula dua pembicara lainnya, yaitu Prof. Poppy Rufaidah selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC dan Prof. Taifo Mahmud selaku Direktur Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional.Humas UNS/Yefta/Dwi

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan