banner 468x60

Demo di UNIBA Surakarta, Ketua Yayasan di Tuntut Lengser!

 Kampus
banner 468x60
Demo di UNIBA Surakarta, Ketua Yayasan di Tuntut Lengser!

Surakarta(arwiranews.com) Civitas akademika Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta Selasa (30/6) menggelar aksi demo di kampus setempat. Massa yang terdiri atas mahasiswa, dosen, karyawan dan pimpinan tersebut menyoal beberapa hal terkait yayasan di antaranya pendanaan kegiatan organisasi kemahasiswaan dan terlalu besarnya intervensi yayasan terhadap perguruan tinggi sehingga memandulkan peran pimpinan universitas.

 

Bahkan dalam aksi tersebut, Rektor Uniba Dr Pramono Hadi menyatakan mundur dari jabatannya. Hal itu dilakukan di depan peserta aksi dengan melepaskan baju batik yayasan dan menggantinya dengan baju berwarna putih. “Aksi ini merupakan puncak dari kekecewaan seluruh civitas akademika atas kebijakan yang diambil yayasan sejak 2018. Ketidakpuasan dimulai dari tidak jelasnya pendanaan kegiatan mahasiswa dan pembatasan kegiatan mahasiswa. Kemudian juga adanya intervensi yang terlalu besar pada kampus di sisi lain ada tata kelola yang tidak sehat, ” kata peserta aksi yang juga dosen FH Uniba Dr Amir Junaedy.

 

Dalam aksinya tersebut, selain melakukan orasi secara bergantian dari seluruh elemen, mahasiswa juga memasang spanduk dengan berbagai tuntutan seperti halnya “Ini Perguruan Tinggi Bukan Tempat Untuk Mengibuli Mahasiswa”, “Pengurus Yayasan Tidak Percaya Mahasiswa” , “Hentikan Liberalisasi dan Komersialisasi Kampus”, dan lainnya Peserta aksi juga membakar ban di halaman kampus. Aksi yang dimulai pukul 08.00 WIB pagi tersebut digelar hingga siang.

 

Amir Junaidi dalam orasinya menyampaikan, seluruh civitas akademika Uniba sepakat mendesak agar dilakukan audit investigatif terhadap seluruh aset milik yayasan. Pihaknya juga menolak intervensi yang dilakukan oleh yayasan terhadap pengelolaan universitas.

 

Sementara Pramono Hadi menyatakan mundur sehingga merasa ikut bertanggung jawab terhadap kesalahan yang dilakukan oleh yayasan. Pramono menyatakan jika seluruhnya kegiatan terpusat kepada yayasan. Rektorat hanya bisa mengusulkan dan tidak sebagai pengambil keputusan. Menurutnya kesalahan harus diperbaiki dan direformasi demi kelangsungan kehidupan kampus. “Ini bentuk kegagalan kami. Saya sebagai rektor harus bertanggung jawab. Secara etika, kami harus mengundurkan diri,” tegasnya.

 

Dengan mundurnya dirinya sebagai Rektor, lanjut Pramono, secara otomatis institusi di bawahnya yang dibentuk jajaran Rektorat juga ikut mundur. Kondisi tersebut mengakibatkan pelayanan kampus Uniba terancam lumpuh. Namun demikian, dirinya berjanji akan meneruskan aspirasi seluruh elemen civitas akademika pada yayasan.

 

Salah satu mahasiswa Muhammad Arief Oksya menyatakan setidaknya ada 10 tuntutan yang diserukan peserta aksi. Di antaranya yakni menyebut penolakan terhadap nepotisme di dalam yayasan, menuntut adanya audit investigasi seluruh aset, mengembalikan pendanaan kegiatan kemahasiswaan seperti sedia kala. Sementara itu, pihak yayasan tidak hadir dalam aksi tersebut dan tidak ada jajaran pengurus yang berhasil dihubungi untuk dimintai konfirmasi. (Sumber : https://suaramerdeka.news)

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan